SALIM GROUP DIPASTIKAN BANGUN PABRIK GULA DI TTS

SALIM GROUP DIPASTIKAN BANGUN PABRIK GULA DI TTS[1]

 

Kupang, Antara

Salim Group hampir dipastikan akan membuka perkebunan tebu dan membangun pabrik gula di kabupaten Timor Tengah Selatan (TIS), Nusa Tenggara Timur (NTI) menyusul pengiriman tiga tenaga ahli dari perusahaan itu ke kabupaten tersebut pekan lalu.

“Tiga ahli dari Salim Group yang terdiri dari dua warga Inggris masing-masing seorang ahli tanah dan seorang ahli air, dan seorang ahli tebu berkebangsaan Taiwan berada beberapa hari di TIS untuk meninjau lokasi perkebunan di Bena Kecamatan Amanuban Selatan.” kata Bupati TIS, Drs. Piet Sabuna di Soe, Selasa.

Dia mengatakan, hasil penelitian tiga ahli tersebut menunjukkan bahwa dataran Bena cocok untuk mengembangkan perkebunan tebu, dengan tanaman sela kacang­-kacangan, kapas dan semangka.

“Bahkan dalam survei singkat itu, ribuan hektar lahan dikategorikan Al, artinya, sangat cocok sehingga tidak perlu dilakukan uji coba, tetapi langsung menanam tebu dan dipastikan jadi.” kata Sabuna.

Dari hasil kunjungan tersebut, ketiga ahli itu berkesimpulan, perlu dibangun sejumlah waduk di perbukitan Bena guna membendung air sungai dan mengaliri perkebunan tebu itu pada musim kemarau.

Salim Group merencanakan membuka perkebunan tebu dan membangun pabrik gula di TIS dengan total investasi Rp 350 miliar lebih dan menyerap tenaga kerja sedikitnya 10.000 orang.

Sabuna lebih lanjut mengatakan, pembukaan perkebunan tebu dan pembangunan pabrik gula oleh Salim Group itu, dilakukan atas saran Presiden Soeharto tentang perlunya membangun pabrik gula di Kawasan Timur Indonesia (KTI) untuk menyeimbangkan neraca impor gula.

Indonesia, kata Sabuna mengutip penjelasan para ahli dari Salim Group, tiap tahun mengimpor gula senilai Rp 600 miliar. Nilai impor itu perlu ditekan dengan pembangunan pabrik gula baru.

TIS dipilih oleh Salim Group karena memiliki lahan yang luas dan cocok untuk perkebunan tebu, di samping didukung oleh puluhan ribu hektar lahan lain di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Belu yang berbatasan dengan TIS.

Untuk mengantisipasi masalah yang mungkin muncul seperti masalah pembebasan tanah, Bupati Piet Sabuna mengatakan, pihaknya telah melakukan musyawarah dengan tokoh-tokoh masyarakat di Kecamatan Amanuban Selatan, lokasi perkebunan dan pabrik gula tersebut

Bahkan, salah seorang ahli Salim Group berkebangsaan Inggris bernama Robert, diminta untuk mengumumkan sendiri kepada penduduk yang dikumpulkan di Balai Desa Bena, mengenai minat Salim Group untuk membuka perkebunan tebu di daerah itu, demikian Sabuna.

Sumber : ANTARA (15/04/1997)

__________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 319-320.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.