SALAH – BERITAKAN UNTUK DISKRIDITKAN P.N.I.

Ketua I DPP PNI Mh. Isnaeni

SALAH – BERITAKAN UNTUK DISKRIDITKAN P.N.I.

. Tidak Benar Ada Re-Uni Tokoh2 PNI Di Bandung [1]

 

Djakarta, Suluh Marhaen

Apa jang dinamakan re-unie antara tokoh PNI jang katanja akan dilangsungkan di Bandung seperti disiarkan sementara surat kabar Ibukota (“Kami”/Sinar Harapan, red) adalah tidak benar dan tidak pernah ada, demikian ditegaskan Ketua I DPP PNI Mh. Isnaeni kepada wartawan “SM” sesaat setelah beliau memimpin sidang DPP PNI di Salemba Raya kemarin siang.

Pak Isnaeni jang memberikan keterangan tsb. didampingi oleh anggota2 DPP PNI lainnja dimana tampak hadir pula Prof. Usep Raniwidjaja jang namanja disebut dalarn pemberitaan2 berlandjut mengatakan bahwa buat PNI sama sekali tidak ada alasan berre-unie (bersatu kembali, red)..

Ditegaskan bahwa sedjak kongres Bandung tahun 1966 setjara materiil organisasinja PNI sudah satu. Tidak ada lagi PNI osa-usep ataupun PNI2 lannja jang ada hanja satu PNI, demikian kata Isnaeni jang berbitjara sambil merapatkan kedua tangannja sebagai isjarat bahwa PNI tetap satu dan kompak.

pertanjaan selandjutnja beliau mengatakan bahwa dengan adanja Kongres Semarang baru2 ini maka kesatuan/persatuan formil organisasitoris tsb. lebih diperkokoh lagi dengan terdapatnja kesatuan tafsir, mengenai azas PNl/Marhaenisme seperti dalam Yudhis Pratidina Marhaenis. Dengan djelas baik oganisasi maupun politis tidak ada lagi ber-matjam2 grup atau kelompok dalam tubuh PNI , kata Isnaeni.

Jang Sekarang Ini Sudah Re-Uni

Menanggapi tentang tentang issue re-unie tsb. Pak Isnaeni lebih djauh mengatakan PNI berre-unie maka PNI jang sekarang ini djustu merupakan manifestasi daripada persatuan tsb.

Atas pertanjaan Pak Is membenarkan bahwa di Bandung pada tgl. 4 sampai 7 April jg akan datang memang akan diadakan Musjawarah Lembaga Pembina Marhaenisme, Dan lembaga ini adalah merupakan aparatur partai jang bertugas memperintji setjara konsepsionil azas Marhaenisme baik dibidang politik ekonomi sosial, budaja serta pen-trapannja dalam praktek.

Hasil karya ini kelak akan dipersembahkan kepada masjarakat dengan maksud untuk lebih mendjelaskan lagi tentang arti azas Marhaenisme serta konsepsi PNI diberbagai bidang termasuk pula bidang Pembangunan dewasa ini. Kata Isnaeni, musjawarah ini bukanlah re-unie “itu tidak ada sama sekali” demikian ditekankannja untuk kesekian kalinja.

Ketua I DPP PNI tsb. jang didalam daftar nama tjalon2 sementara PNI Djawa Timur menempati nomer paling atas mengkonstatir bahwa kalau sekarang ada pihak2 jang salah beritakan kegiatan – kegiatan PNI, maka hal ini harus dianggap sebagai serangkaian kegiatan negatif jang mungkin akan meningkat pada saat semakin dekatnja Pemilu untuk mendiskreditkan PNI.

Demikian Ketua I DPP PNI Mh. Isnaeni dalam pendjelasannja kepada wartawan “SM” tentang re-unie PNI tsb. jang disiarkan sh “Kami” dan “Sinar Harapan” beberapa hari jang lalu. Tampak anggota DPP PNI jang mendampingi beliau saat itu Prof. Usep Ranawidjaja, IBP. Manuaba, Drs. Karundeng, Budi Dipojuwono, Drs. Gowi, Serta Rasjid Sutan Radja Mas. (DTS)

Sumber: SULUH MARHAEN (19/03/1971)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 649-650.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.