RUU TENTANG ANTI KORUPSI DIBAHAS DI DPR-GR

RUU TENTANG ANTI KORUPSI DIBAHAS DI DPR-GR [1]

 

Djakarta, Angkatan Bersenjata

Dua RUU sebagai usul inisiatif DPR-GR masing2 RUU tentang Pengusutan, Penuntutan dan Pemeriksaan Tindak Pidana Korupsi dan RUU tentang Peradilan Tata Usaha Negara, kini dengan giat dibahas didalam DPR-GR dan hari Senin telah dibahas oleh Komisi “B” (Hukum dan Ketatanegara) sebagai pembitjaraan tingkat-II.

Apa Jang Disebut Tindak Pidana Korupsi?

Chusus mengenai RUU tentang Pengusutan, Penuntutan dan Pemeriksaan Tindakan Pidana Korupsi, pasal 1 dari RUU tsb menjatakan a.l bahwa jg disebut tindak pidana korupsi ialah:

  1. Tindakan seseorang jang dengan atau karena melakukan kedjahatan atau pelanggaran untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain setjara melawan hukum merugikan keuangan atau perekonomian negara atau daerah atau merugikan keuangan suatu badan jang menerima bantuan dari keuangan negara atau daerah atau badan hukum lain jang mempergunakan modal dan fasilitas2 dari Negara dan Masjarakat.
  2. Perbuatan seseorang jang dengan atau karena melakukan suatu kedjahatan atau pelanggaran, menguntungkan diri sendiri atau orang lain jg dilakukan dengan menjalah-gunakan djabatan atau kedudukan.

Didalam hal2 selandjutnja dari RUU ini dinjatakan pula bahwa didaerah­-daerah tingkat I diadakan suatu Badan Koordinasi Anti Korupsi jang terdiri atas sekurang-kurangnja 10 anggota jang diangkat oleh Djaksa Agung dari kalangan pedjabat2 sipil dan swasta atas usul DPRD tingkat-I.

Didalam Badan Koordinasi tsb sekurang-kurangnja harus ada 3 orang Sardjana Hukum dan 2 orang Sardjana Ekonomi.

Badan Koordinasi mempunjai wewenang untuk mengadakan penelitian harta benda setiap orang dan setiap badan, djika ada petundjuk berat, bahwa harta benda itu diperoleh dengan djalan jang diuraikan dalam pasal 1. Dan masing2 anggota Badan Koordinasi mempunjai wewenang untuk mengadakan penjelidikan jang berhubungan dengan pemilikan harta benda. (DTS)

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA (13/06/1967)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku I (1965-1967), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 833-834.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.