RUMOR WARNAI TRANSAKSI PASAR UANG, DOLAR NAIK 2,25 POIN

RUMOR WARNAI TRANSAKSI PASAR UANG, DOLAR NAIK 2,25 POIN[1]

 

Jakarta, Antara

Rumor mengenai kesehatan Presiden Soeharto masih tetap mewarnai transaksi dolar/rupiah di pasar uang “spot” antar bank Jakarta, Jumat, dan memicu para pelaku pasar untuk melepas rupiah.

“The Greenback” hingga pukul 14:30 WIB dipindah tangankan pada Rp.2.405,50/ Rp.2.406,25 atau menguat 2,25 poin dibanding penutupan Kamis, demikian AFEC Research memberitakan.

“Meskipun isu mengenai rencana ‘medical check‘ Presiden ke Jerman telah dibantah, para pelaku pasar masih dilanda kekhawatiran sehingga transaksi dolar/rupiah cukup bergejolak.” kata para dealer.

Dolar AS pada sesi pagi, menurut seorang dealer, relatif stabil terhadap rupiah karena para pelaku pasar cenderung menahan diri untuk bertransaksi.

Namun, menjelang sesi siang, aksi beli dolar oleh pelaku pasar asing (Singapura) yang diikuti pelaku lokal berhasil mengangkat posisi mata uang AS tersebut.

“Likuiditas rupiah yang relatif ‘longgar’ dengan turunnya tingkat bunga ‘0/N’ menjadi 10,00-11,00 persen dari sebelumnya 11,00-12,00 persen mendukung penguatan dolar.” katanya.

Menurut dia, penyelesaian transaksi yang lebih panjang karena melewati libur akhir pekan turut mempengaruhi aksi beli dolar para pelaku pasar sebagai antisipasi kenaikan mata uang AS tersebut pekan depan.

Sementara itu, dolar di pasar uang Singapura, Jumat, juga menguat terhadap rupiah. Dolar diperdagangkan pada Rp.2.404,75 atau naik 2,22 poin dibanding Rp.2.402,53 sehari sebelumnya (Kamis.)

Bank Indonesia Jumat sore tidak mengubah kurs konversi yang merupakan patokan perdagangan dolar/rupiah. Kurs konversi dolar tetap pada Rp.2.395,00 (beli) dan Rp.2.443,00 (jual), sedangkan kurs intervensi juga tetap pada Rp.2.395,00 untuk batas bawah dan Rp.2.587,00 untuk batas atas.

Sumber : ANTARA (04/04/1997)

___________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 304.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.