RIWAYAT PERJALANAN HIDUP PRESIDEN HAJI MUHAMMAD SOEHARTO

RIWAYAT PERJALANAN HIDUP PRESIDEN HAJI MUHAMMAD SOEHARTO[1]

 

08 Juni 1921

Lahir di Desa Kemusuk Godean, Yogyakarta

1929 – 1934

Sekolah Dasar di Tiwir

1935 – 1939

Sekolah Menengah Pertama di Wonogiri dan Yogyakarta

01 Juni 1940

Masuk KNIL dan mengikuti pendidikan dasar militer di Gombong, Jateng

02 Desember 1940

Sekolah Kader di Gombon

Mei 1943

Masuk Kepolisian Jepang Keibuho

08 Oktober 1943

Menjadi Shodanco (komandan pleton) PETA di Yogyakarta

1944

Menjadi Cudanco (komandan kompi) PETA setelah mengikuti pendidikan

Agustus 1945

Kembali ke Yogya dan membentuk Barisan Keamanan Rakyat (BKR) di Sentul

Oktober 1945

Komandan Batalyon 10 Divisi IX

November 1945

Menyerbu Magelang yang diduduki Belanda

Desember 1945

Ikut pertempuran Palangan Ambarawa

1943

Menjadi Komandan Resirnen III Yogyakarta

1949

Menjadi Komandan Wk. III Yogyakarta selama Aksi Kolonial II

01 Maret 1949

Memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949

20 November 1949

Komandan Brigade X Yogyakarta sebagai hasil reorganisasi TNl di Divisi IIII Diponegoro

21 April 1950

Memimpin Brigade 0/TT IV di Yogyakarta

15 November 1951

Menjadi Komandan Brigade Pragola di Salatiga

8 Desember 1951

Memimpin Operasi Penumpasan Pernberontakan Eks Batalyon 426 di Jawa Tengah

01 Maret 1953

Menjadi Komandan Resimen infanteri 15 di Solo

1954

Merangkap komandan Gerakan Banteng Nasional (GBN) untuk menumpas  DI/TII Jawa Tengah

1956

Dipindahkan ke Staf Umum AD sebagai Perwira Menengah yang diperbantukan kepada KSAD

01 Maret 1956

Kembali ke TT IV sebagai Kepala Staf

03 Juni 1956

Panglim TT IVIDiponegoro

01 November 1957

Menjadi anggota dewan Korator AMN di Magelang

01 November 1959

Mengikuti kursus C SSKAD di Bandung

01 Januari 1960

Naik pangkat menjadi Brigjen TNI

18 Januari 1960

Diangkat sebagai Deputy I KASAD

1961

Merangkap sebagai Panglima Korps Tentara I Caduad (Cadangan Umum AD)

01 Januari 1962

Naik pangkat menjadi Mayor Jendral TNI

02 Januari 1962

Menjadi Panglima Mandala dalam rangka Pembebasan Irian Barat (Trikora)

23 Januari 1962

Merangkap jabatan Deputy Wilayah Indonesia Timur di Makasar

01 Mei 1963

Panglima Kostrad di Jakarta

01 Oktober 1965

Ditunjuk sebagai Panglima Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (pangkop kamtib) setelah terjadinya G30S/PKI

01 Februari 1966

Dinaikan pangkatnya menjadi Letnan Jendral

21 Februari 1966

Ditetapkan sebagai Mentri/Panglirna AD dan Kepala Staff Komando Tertinggi (Kas KOTI)

11 Maret 1966

Menerima Surat Perintah 11 Maret (Supersemar)

27 Maret 1966

Waperdam Ad Interim Hankam/Menteri Panglima AD

01 Juli 1966

Naik pangkat menjadi Jendral penuh dan menjabat Menteri Utama Hankam/Ketua Presidium Kabinet Ampera

22 Februari 1967

Menjadi Pejabat Presiden RI berdasarkan TAP MPRS : XXXIII/1967

27 Maret 1968

Menjadi Presiden RI hasil SU MPR (TAP MPRS No XLIV/MPRS/1968) Masa Jabatan Pertama

06 Juni 1968

Merangkap jabatan Menteri Pertahanan Keamanan

23 Maret 1973

Dipilih kembali sebagai Presiden RI (TAP MPR No.IX/1973) Masa jabatan Kedua

30 Juni 1976

Diberhentikan dengan hormat dari Dinas Militer/Pensiun (Keppres No.58/ABRI/1974 tanggal 25 Maret 1974)

22 Maret 1978

Dipilih menjadi Presiden RI Masa Jabatan ketiga

09 Maret 1983

Diangkat menjadi Bapak Pembangunan Indonesia berdasarkan TAP MPR No.V/MPR/1983

10 Maret 1983

Dipilih kembali menjadi Presiden RI oleh SU MPR (TAP MPR VI/MPR/1983) Masa Jabatan Keempat

1992-1995

Ketua Gerakan Non Blok (GNB)

1994-1995

Ketua Asia Pacific Economic Cooperation (APEC)

10 Maret 1993

Dipilih kembali sebagai Presiden RI oleh SU Masa Jabatan keenam

10 Maret 1998

Dipilih kembali sebagai Presiden RI oleh SU Masa Jabatan Ketujuh

Penghargaan :

  • Bintang RI Klas I
  • BintangMahaputraKlasI
  • BintangJasaKhasi
  • Bintang Dharma
  • Bintang Sakti
  • Bintang Gerilya
  • Bintang Sewindu APRI
  • Bintang Kartika Eka Paksi Klas I
  • BintangJalasenaKlasI
  • Bintang Garuda
  • Bintang Swa Buana Paksi Klas I
  • Bintang Bhayangkara Klas I
  • Satya Lencana Teladan Satya Lencana Kesetiaan
  • Satya Lencana Perang Kemerdekaan I
  • Satya Lencana Perang kemerdekaan II
  • G.O.M.I
  • G.O.M.II
  • G.O.M.III
  • G.O.M.IV
  • Satya Lencana Satya Dharma
  • Satya Lencana Wira Dharma
  • Satya lencana Penegak
  • Bintang Yudha Dharma Klas I
  • The Raja of The Order of Sikatuna ( Filipina)
  • Grand Collier of The Order of Sheba (Ethiopia)
  • Grand Collier de L’Order National de L’Independence (Kamboja)
  • The Most Ausicious Order of The Rajamitrabhom (Thailand)
  • Darjah Utama Seri Mahkota Negara (DMN) (Malaysia)
  • Order Van de Nederlandse Leeuw ( Belanda)
  • Sounderstute des Crosskreuzes (Special order of the Grand Cross) (Jerman)
  • Grand Cordone (Italia)
  • Grand Gordon order de Leopold (Belgia)
  • Grand Crolix de legion I honneur (Prancis)
  • Gross Stem des Ehren Zeichen’s Fuer Verdlenste um die Republik Oesterrejch (Austria)
  • Tanda Penghargaan Yugoslavia
  • Satya Lencana Pahlavi (Iran)
  • Grand Cordon of the Supreme Order of the Chrysanthemum (Jepang)
  • Bapak pembangunan RI
  • 01 Juli 1986 Bintang Kehormatan Moogunghwa dan gerakan Kepanduan Korea Selatan
  • 21 Juli 1986 Penghargaan Medali Emas FAO
  • 8 Juni 1989 Penghargaan Kependudukan PBB (United Nations Population Award UNPA)
  • 19 Juni 1993 Medali emas Unesco Avicenna (pendidikan)

Sumber : DOKUMENTASI BISNIS INDONESIA (1998)

__________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 817-820.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.