RI – SPANYOL IKAT KERJA SAMA TEKNOLOGI

RI – SPANYOL IKAT KERJA SAMA TEKNOLOGI

Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Spanyol Calvo Soldo Kamis siang pukul 13.10 waktu setempat (pukul 19.00 WIB) mengadakan pembicaraan empat mata mengenai berbagai masalah yang menyangkut kepentingan kedua negara.

Pembicaraan itu berlangsung satu jam lebih 15 menit, dalam suasana persahabatan.

Pembicaraan antara kedua pemimpin pemerintahan itu antara lain mengenai hubungan bilateral dan kerja sama ekonomi, namun pembicaraan tehnis dari kerja sama ekonomi ini dilanjutkan oleh Menteri Ekuin Wijoyo Nitisastro dengan rekannya dari Spanyol, hari Jum’ at.

Dalam pertemuan antara kedua pemimpin itu, Pemerintah Spanyol mengemukakan harapannya untuk ikut dalam Masyarakat Ekonomi Eropa. Juga dikemukakan perhatian Spanyol kepada negara-negara di Amerika Latin, serta kemungkinan-kemungkinan peningkatan kerja sama dengan Indonesia dan negara­negara anggota ASEAN lainnya.

"Hasil pembicaraan cukup positip," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Spanyol.

Ikat Kerja Sama

Pemerintah Indonesia dan Spanyol sepakat bekerja sama dalam batas kemampuan keuangan masing-masing negara dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang saling menguntungkan kedua negara.

Demikian salah satu isi perjanjian kerja sama teknologi dan ilmu pengetahuan Indonesia dan Spanyol yang ditandatangani oleh Menlu Mochtar Kusumaatmaja dengan Menlu Spanyol Jose Pedro Perez Llorca di Madrid, Kamis.

Penandatanganan perjanjian kerja sama itu merupakan bagian dari acara kunjungan Presiden Soeharto yang tiba di Madrid Kamis untuk melakukan kunjungan kenegaraan hingga 10 Oktober.

Dalam hubungan kerja sama itu, kedua pihak akan melakukan tukar-menukar informasi dan dokumen, pertukaran ahli-ahli ilmu pengetahuan dalam rangka mengadakan konsultasi-konsultasi, mengadakan beasiswa-beasiswa dan latihan­latihan. Pelaksanaan dari hal ini akan diatur dalam suatu perjanjian yang lain lagi.

Demikian antara lain isi perjanjian kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia dan Spanyol yang ditandatangani di gedung kementerian luar negeri di Madrid.

Perjanjian itu berlaku untuk jangka waktu lima tahun dan akan diperpanjang dari tahun ke tahun.

Jamuan Kenegaraan

Sementara itu, pada pidato balasan jamuan makan kenegaraan yang diselenggarakan Raja Spanyol, Kamis malam, di Istana Real Orienle Madrid Presiden mengatakan keamanan dunia sekarang sedang dalam ujian dan ekonomi dunia pun sedang dilanda kesulitan serta berada dalam suasana yang serba tidak menentu dan memprihatinkan.

Keadaan semacam ini, kata Presiden, jelas membahayakan keselamatan umat manusia dan kemanusiaan. Walaupun berbagai usaha telah banyak dilakukan namun hasilnya belum memberi titik-titik terang bagi perdamaian dunia yang abadi dan belum menjamin kemajuan semua bangsa secara adil dan merata.

Sumber utama kesulitan dunia tadi adalah tatanan utama lama yang tidak sesuai lagi dengan kebutuhan zaman. Karena itu perlu diambil kebulatan tekad dari suatu bangsa untuk membangun tata hubungun dunia yang lebih adil dalam bidang politik maupun ekonomi, kata Presiden.

Semua bangsa hendaknya saling hormat-menghormati kedaulatan masing-masing atas dasar persamaan derajat, tidak saling mcncampuri urusan dalam negeri dan berusaha mengembangkan hubungan persahabatan dan kerja sama yang saling menguntungkan dengan tujuan menciptakan tatanan kehidupan ekonomi dunia yang lebih adil.

"Arah yang demikian itulah yang kami tempuh, yang kami namakan politik luar negeri yang bebas aktif," demikian Presiden.

Sambutan Kata Juan Carlos

Dalam jamuan makan, sebelumnya Raja Spanyol Juan Carlos merupakan, peranan Indonesia di Asia akan bisa menjadikan, negeri itu "salah satu raksasa dalam abad ke-21".

Raja Spanyol itu juga memuji perkembangan ekonomi di Indonesia, dan peranan Indonesia sebagai salah satu pendiri dari gerakan Non-Blok.

Raja Juan Carlos menyingkapkan pada sejarah hubungan kedua negara dan menambahkan: "Sekarang, Spanyol yang menghormati anda adalah sebuah negara demokratis muda yang sedang maju dengan langkah tegap di jalan yang digariskan oleh konstitusi tahun 1978." (RA)

Madrid, Merdeka

Sumber : MEDEKA (09/10/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 852-854.

1 Comment
  1. kiki damanik says

    DianTaRa … Sekian .. BanyaK … Yang .. Paling .. Saya .. IngaT …. JeLas

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.