RI-MADAGASKAR AKAN BAHAS PENINGKATAN HUBUNGAN EKONOMI

RI-MADAGASKAR AKAN BAHAS PENINGKATAN HUBUNGAN EKONOMI[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Madagaskar Zafy Albert hari Rabu (8/5) akan tiba di Jakarta untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Soeharto serta pengusaha Indonesia guna meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan.

Ketika mengumumkan rencana kunjungan kenegaraan yang berlangsung tanggal 7-10 Mei, Mensesneg Moerdiono mengatakan kepada pers bahwa sebelum mengunjungi Jakarta, Presiden Zafy Albert dan Nyonya Therese Augustine akan meninjau sistem pengairan subak di Bali.

Moerdiono menyebutkan Presiden Zafy akan disertai Menlu Jaques Sylla, Menteri Perindustrian dan Kerajinan Serge Radert serta beberapa pejabat tinggi lainnya karena kunjungan kenegaraan ini terutama bertujuan meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan, maka tamu negara itu juga akan mengunjungi beberapa pabrik seperti PT. Texmaco di Karawang, galangan kapal PT. (Persero) Koja Bahari Tanjung Priok serta pabrik obat PT. Indo Parma.

Ia dijadwalkan juga akan mengadakan pertemuan dengan Direktur Utama PT. Prima Comexindo, Hashim Djojohadikusumo, karena perusahaan yang dipimpin putra Prof. Sumitro Djojohadikusumo ini berminat membuka perkebunan kapas, pabrik semen serta penyulingan minyak di Madagaskar.

Moerdiono mengemukakan dalam rangka peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan itu, maka akan ditandatangani persetujuan kerja sama ekonomi dan teknik oleh para pejabat tinggi hari Kamis di Istana Merdeka, disaksikan kedua kepala negara.

Zafy Albert yang dilahirkan di Betsiaka tanggal 11 Mei tahun 1927 itu, pernah belajar di Fakultas Kedokteran di Perancis dan kemudian bertugas pada bagian bedah pada sebuah sakit di negaranya. Ia pernah menjadi menteri kesehatan dan menjadi Presiden tahun 1993.

Madagaskar ingin meningkatkan hubungannya dengan Indonesia antara lain karena suku terbesar disana, Merina termasuk bangsa Melayu Polinesia. Karena itu sebagian rakyat Madagaskar menganggap mereka adalah keturunan orang Indonesia.

Telah ban yak orang Madagaskar yang mengikuti program kerja sama teknik di Indonesia dalam bidang pertanian serta kehutanan. Selain itu, sejumlah perwira mereka juga pernah belajar di Sesko ABRI. (T.Eu02/EU05/ 6/05/9615:56/re3).

Sumber : ANTARA (06/05/ 1996)

______________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 310-311.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.