RI DUKUNG SEPENUHNYA KEANGGOTAAN RRC DI WTO

RI DUKUNG SEPENUHNYA KEANGGOTAAN RRC DI WTO[1]

 

Jakarta, Antara

Indonesia mendukung sepenuhnya keanggotaan RR China (RRC) pada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), kata Mensesneg Moerdiono di Bina Graha, Senin.

“Indonesia pasti memberi dukungan penuh bagi keanggotaan China di WTO.”

kata Moerdiono kepada pers setelah mendampingi Presiden Soeharto menerima Wakil Perdana Menteri China Qian Qichen yang juga Menteri Luar Negeri itu.

Namun, kata Moerdiono, dalam kunjungan kehormatan itu tidak disinggung secara khusus tentang permintaan Beijing bagi dukungan Indonesia untuk menjadi anggota badan perdagangan dunia tersebut.

Kemungkinan masuknya China ke dalam wadah WTO telah dibicarakan di Selandia Baru belum lama berselang oleh 18 anggota APEC. WTO akan bersidang di Singapura, Desember mendatang.

Kepala Negara dan Qian Qichen sepakat bahwa di antara negara maju dan negara yang sedang membangun harus diciptakan dan dijalin kemitraan yang adil, dengan menyadari adanya perbedaan-perbedaan di antara mereka.

Kesepakatan di antara 18 anggota forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) untuk menjalin kerja sama ekonomi membuktikan bahwa kemitraan antara negara maju dan sedang berkembang bisa diwujudkan secara nyata.

Ke-18  anggota APEC itu adalah enam negara anggota ASEAN-kecuali Vietnam-ditambah, AS, Kanada, Chile, Meksiko, Australia, PNG, Selandia Baru, RRC, China Taipeh (Taiwan), Hongkong, Jepang, serta Korea Selatan.

Khusus mengenai Asia sendiri, Presiden mengatakan pada tamunya bahwa negara-negara yang sedang membangun di benua ini harus bekerja sama dengan erat dan bukannya bersaing secara tidak sehat.

Kerja sama ini harus benar-benar dalam bidang ekonomi dan perdagangan dan tidak dikait-kaitkan dengan hal-hal di luar ekonomi misalnya HAM serta demokratisasi.

Qian Qichen sendiri yang berada di Jakarta dalam rangka dialog antara ASEAN dengan mitra wicaranya tidak bersedia menjelaskan pembicaraannya dengan Kepala Negara.

Sumber : ANTARA (22/07/1996)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 366-367.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.