RI BISA LAKUKAN TENDER JIKA BARRICK-BREX GAGAL BERUNDING

RI BISA LAKUKAN TENDER JIKA BARRICK-BREX GAGAL BERUNDING[1]

 

Jakarta, Antara

Pemerintah Indonesia bisa saja melakukan tender Internasional bagi eksplorasi tambang emas di Busang, Kalimantan Timurjika perusahaan Barrick dan Bre-X gagal mencapai kesepakatan.

“Bisa saja. Tender kan merupakan salah satu cara karena masih ada cara lain.”  Kata Mentamben Ida Bagus Sudjana kepada pers setelah melaporkan masalah Busang kepada Presiden Soeharto di Istana Merdeka, Jumat.

Sudjana mengatakan pemerintah masih tetap memberikan batas waktu 17 Februari kepada kedua perusahaan asal Kanada itu untuk mencapai kesepakatan mengenai eksplorasi tambang yang diperkirakan mengandung 1.800 ton emas.

Ia mengatakan sebenarnya batas waktu itu adalah 15 Februari, namun karena tanggal itu merupakan hari libur maka pemerintah memberikan kesempatan kepada Barrick dan Bre-X untuk menyerahkanlaporan paling lambat 17 Februari.

Sudjana menegaskan jika perundingan itu gagal maka semua hal yang pernah disepakati semua pihak terkait termasuk dengan pemerintah dinyatakan tidak berlaku lagi.

Barrick menginginkan saham mereka sebesar 67,5 persen, Bre-X 22,5 persen dan pemerintah Indonesia 10 persen. Namun berbagai kalangan masyarakat menginginkan agar saham nasional ditambah, dengan mengambil sebagian dari saham perusahan-perusahaan asing itu.

“Kalau perundingan itu gagal maka pemerintah akan mendapat berapa persen?” tanya wartawan yang kemudian dijawab Sudjana

“Pokoknya lebih banyak. Bukan pemerintah, tapi nasional.”

Ketika ditanyakan tentang keinginan PT (Persero) Aneka Tambang dan PT (Pesero) Tambang Timah untuk ikut mengarap proyek yang diperkirakan memerlukan dana 1,5miliar dolar AS itu, Sudjana menyebutkan pada dasarnya Deptamben setuju.

“Silahkan, mereka boleh ikut. Tapi apakah mereka berani mengambil risiko. Kalau tidak dapat, habislah duitnya.” kata Sudjana yang kemudian menambahkan bahwa kesertaan kedua BUMN ini juga ditentukan oleh putusan Menkeu Mar ‘ie Muhammad selaku pemegang saham di kedua perusahaan itu.

Sumber : ANTARA (14/02/1997)

__________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 247-248.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.