RI-ARAB SAUDI TINGKATKAN HUBUNGAN JALUR INTELIJEN

RI-ARAB SAUDI TINGKATKAN HUBUNGAN JALUR INTELIJEN

 

Jakarta, Antara

Indonesia dan Arab Saudi sepakat untuk meningkatkan lagi hubungan bilateralnya yang akhir-akhir ini dirasakan agak mundur, dengan memanfaatkan saluran intelijen kedua belah pihak.

Kepala Badan Intelijen Arab Saudi Pangeran Turki Al-Faisal menyatakan keyakinannya bahwa melalui saluran-saluran intelijen yang dimiliki kedua negara, suasana yang melingkupi hubungan Rl-Arab Saudi akhir-akhir ini akan dapat dijernihkan kembali, demikian kata Kepala Badan Intelijen Negara (Bakin) Yoga Soegama Selasa siang.

Menurut Yoga Soegama, ketika menjawab pertanyaan wartawan selesai mengantar Turki Al-Faisal mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto di Istana Merdeka, kepala badan intelijen Arab Saudi tersebut setelah berkunjung sendiri ke Indonesia saat ini mengakui bahwa kenyataan atau keadaan yang dilihatnya di negeri ini ternyata sania sekali berbeda dengan apa yang ia dengar sebelumnya.

“Pangeran Turki Al-Faisal mengakui bahwa rupanya sampai sekarang banyak orang-orang yang datang ke Arab Saudi memutarbalikkan kenyataan sehingga seakan­akan memberi kesan umat Islam di Indonesia dirugikan,” kata Yoga Soegama.

Dengan pemutar balikan tersebut, Agama Islam di Indonesia seakan-akan dipojokkan, umat Islam seakan-akan dipaksa mengubah agamanya, dan Pancasila seakan-akan akan dijadikan sebagai agama, sambungnya.

 

Penegasan Presiden

Dalam kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto, kepala badan intelijen Arab Saudi itu juga memperoleh penjelasan langsung dari Kepala Negara tentang kedudukan Agama Islam di Negara Pancasila, dan tentang latar belakang Indonesia mempunyai Ideologi Pancasila.

”Tidak ada suatu halangan bagi Negara Pancasila untuk berhubungan baik dengan negara mana pun, khususnya dengan Arab Saudi,” kata Presiden sebagaimana dikutip Yoga Soegama.

Ka Bakin sewaktu ditanya mengenai orang-orang yang suka memutarbalikkan keadaan Indonesia di Arab Saudi itu mengatakan: “Tidak perlu disebut. Yang dari Indonesia ke Arab Saudi ada, yang dari sana ke sini juga ada.”

Dengan adanya kesepakatan menggunakan saluran intelijen untuk meningkatkan hubungan kedua negara, Ka Bakin menerangkan bahwa seandainya timbul masalah dalam hubungan Indonesia-Arab Saudi seperti salah pengertian mengenai Arab Saudi di Indonesia, misalnya, maka ia akan memberi informasi kepada kepala badan intelijen Arab Saudi tentang benar atau tidaknya kabar yang sampai ke Arab Saudi.

Pangeran Turki Al-Faisal kini berada di Indonesia untuk yang pertama kalinya sebagai tamu Ka Bakin Yoga Soegama. Sebelum mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto, kepala intelijen kedua negara tersebut sudah mengadakan pertemuan terlebih dahulu hari Senin.

Tentang masih banyaknya kasus jemaah umroh Indonesia yang terlantar di Arab Saudi, Yoga Soegama mengatakan bahwa dalam pertemuan itu ia mengemukakan kasus semacam itu tidak mungkin muncul tanpa adanya orang-orang di Arab Saudi yang terlibat.

 

 

Sumber: ANTARA (12/04/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 398-399.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.