RI AKAN JADIKAN NIEDERRSACHSEN SEBAGAI PUSAT PEMASARAN PESAWAT

RI AKAN JADIKAN NIEDERRSACHSEN SEBAGAI PUSAT PEMASARAN PESAWAT[1]

Hannover, Antara

Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Negara Bagian Niedersachsen Gerhard Schroeder menyepakati untuk menjadikan Negara Bagian Niederrsachsen, Jerman, sebagai pusat pemasaran pesawat produk Indonesia untuk pasaran

Eropa termasuk Eropa Timur dan sebagai tempat perakit industri pesawat terbang Indonesia. Mensesneg Moerdiono seusai pertemuan kedua pemimpin itu di Hotel Copthome, Hannover, Jerman, Minggu menjelaskan bahwa Presiden juga meminta agar segi keuangan kerja sama bidang industri pesawat itu ditanggung oleh pihak Jerman mengingat keterbatasan anggaran Indonesia. Selain itu, menurut Moerdiono, kedua pemimpin itu sepakat pula untuk melakukan kerja sama di bidang otomotif. Indonesia dijadikan sebagai pusat pemasaran otomotif Jerman untuk kawasan Asia Pasifik dan kerja sama itujuga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan otomotif dalam negeri Indonesia.

Namun, tegas Moerdiono, kerja sama itu tetap bertumpu pada kebijaksanaan industri otomotif di Indonesia. Pertemuan yang berlangsung di hotel tempat menginap Presiden itu juga menghasilkan kesepakatan kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia yang sangat rnemegang peran penting guna menyongsong tantangan di masa depan, kata  Moerdiono. Dijelaskan, semua kesepakatan dasar itu tentu saja memerlukan tindak lanjut yang lebih terperinci. Namun, pada dasarnya kedua pemirnpin memiliki pemikiran dan pendapat yang sama mengenai masalah yang dibicarakan, demikian Moerdiono. Pertemuan yang sangat akrab itu berlangsung sekitar satu setengah jam.

Perhubungan Laut

Sementara itu, Presiden Soeharto dalam jamuan makan siang yang diadakan PM. Niedersachsen menilai bahwa bidang perhubungan laut merupakan bidang kerja sama yang sangat memuaskan. Selama ini, galangan kapal di Papenburg membangun kapal penumpang yang sangat diperlukan untuk memperluas jaringan transportasi laut dan kegiatan perekonomian Indonesia khususnya di wilayah Indonesia Timur. Kerja sama dibidang IPTEK dan kebudayaan juga berkembang biak. Tidak sedikit mahasiswa Indonesia belajar di Jerman, sementara kerja sama kota kembar antara Bandung dengan Braunscweig dan antara Padang dengan Hildesheim perlu terus ditingkatkan untuk mempererat hubungan antara masyarakat kota-kota itu. Presiden menilai pula bahwa keikutsertaan Indonesia dalam pameran Hannover diharapkan pula dapat meningkatkan pengetahuan bangsa di Eropa khususnya Jennan mengenai kemampuan industri Indonesia. Kepala Negara mengharapkan pula agar kontak usaha selama pameran dapat meningkatkan kehadiran ekonomi Jerman di Indonesia. Kedua negara hendaknya terus memanfaatkan setiap peluang untuk memperluas kerja sama yang ada, demikian Presiden. PM Niedersachen Gehard Schroder dalam sambutannya mengharapkan agar kerja sama ekonomi itu ditingkatkan terutama di bidang pariwisata. Penunjukan Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran Hannover itu dinilai Schroder menunjukkan  kerja sama yang erat antara kedua negara. Jamuan makan siang itu dihadiri pula oleh Ibu Tien Soeharto danNy. Schroder serta Menlu Ali Alatas dan Nyonya, Mensesneg Moerdiono dan Menristek BJ Habibie serta Nyonya dan Menparpostel JoopAve. (T.EU03/B/EL-02/RB1)

Sumber: ANTARA (03/04/ 1995)

______________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 597-598.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.