RI AKAN IKUT BANTU TANGANI KESULITAN EKONOMI TURKI

RI AKAN IKUT BANTU TANGANI KESULITAN EKONOMI TURKI[1]

 

Jakarta, Antara

Dua ahli ekonomi senior Indonesia, Widjojo Nitisastro dan Rachmat Saleh, baru­-baru ini mengunjungi Turki untuk ikut memberikan pandangan tentang cara yang bisa ditempuh negara itu dalam menangani masalah ekonomi nya.

“Kita ingin berbagi pengalaman, tidak hanya tentang keberhasilan tapi juga tentang cara menangani masalah.” kata Mensesneg Moerdiono kepada pers di Bina Graha, Selasa, setelah mendampingi Presiden Soeharto menerima kedua ahli ekonomi itu.

Ketika mengunjungi Indonesia beberapa bulan lalu, Perdana Menteri Turki Necmetin Erbakan telah menanyakan kepada Kepala Negara tentang cara-cara Indonesia melaksanakan pembangunan.

Ketika menanggapi pertanyaan itu, Presiden Soeharto mengatakan kepada tamunya bahwa Indonesia bersedia mengirimkan ahli ekonominya ke Turki untuk berbagi pengalaman.

Sementara itu, Rachmat Saleh-mantan Menteri Perdagangan serta mantan Gubernur BI-menyebutkan kesulitan ekonomi Turki sama dengan Indonesia ketika mulai membangun pada awal Orde Baru.

“lnflasi pada bulan Oktober di Turki adalah 80 persen, bahkan pernah mencapai 300 persen.” kata Rachmat Saleh.

Masalah lain yang dihadapi Turki adalah terlalu bergejolak nya nilai tukar uang Turki, sehingga hal itu berpengaruh pada kehidupan ekonomi rakyat.

Menurut Rachmat Saleh, kepada para pejabat Turki telah dijelaskan bahwa untuk mengatasi masalah ekonomi itu selain perlu tekad yang besar juga perlu penyusunan program yang baik serta pelaksanaannya.

Penyusunan program yang baik itu perlu diyakinkan kepada lembaga-lembaga keuangan Internasional seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) serta negara-negara yang bisa memberikan bantuannya.

Rachmat Saleh mengatakan, hubungan Turki dengan lembaga keuangan Internasional sempat terputus akibat kebijaksanaan dalam negeri mereka.

Ia mengatakan beberapa bulan lagi akan kembali mengunjungi Turki bersama Widjojo.

Sumber : ANTARA (21/01/1997)

_______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 225.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.