RI AKAN DAPAT LAGI PINJAMAN SIAGA 500 JUTA DOLAR AS

RI AKAN DAPAT LAGI PINJAMAN SIAGA 500 JUTA DOLAR AS[1]

 

Jakarta, Antara

Pemerintah Indonesia pada hari Selasa (25/3) di Jakarta akan menandatangani pinjaman siaga sebesar 500 juta dolar AS dari 40 bank asing sehingga jumlah pinjaman itu menjadi dua miliar dolar.

“Pemerintah menganggap jumlah pinjaman dua miliar dolar itu adalah pantas.” kata Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono kepada pers di Jalan Cendana, Senin.

Ia menyebutkan pinjaman itu untuk memperkuat cadangan devisa. Gubernur BI mengantar tujuh pimpinan bank dan lembaga keuangan yang menjadi pengatur/ arranger terhadap pinjaman tersebut yang men gadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto.

Mereka itu antara lain berasal dari Commerzbank Jerman, Fuji Bank Jepang, Industrial Bank Jepang, JP Morgan serta Sanwa Bank.Bank dan lembaga keuangan itu berasal dari Asia, Australia, Eropa serta AS.

Soedradjad mengatakan pada bulan Mei 1996, Indonesia menandatangani pinjaman siaga/stand by loan sebesar 500 juta dolar.

Ia menyebutkan masa pinjaman stand by loan itu pada umumnya delapan tahun. Jika pinjaman ini tidak pernah digunakan, maka secara bertahap pinjaman itu akan menghilang dengan sendirinya.

“Pada tahun kelima dan seterusnya, pinjaman itu akan hilang atau menyusut dengan sendirinya jika tidak pernah dicairkan.” demikian Soedradjad Djiwandono.

Sumber : ANTARA (24/03/1997)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 287.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.