REM-REMAN

REM-REMAN

Dari Mulyana

Menunjuk pada tajuk rencana Merdeka tanggal 5 dan 14 Desember 1981, saya ingin menyampaikan dukungan pada isi dan pada tulisan lisan tadi.

Sebagai pelengkap dukungan saya tadi, disini saya usulkan supaya yang seharusnya direm. Adalah mereka yang mau ngerem arus pernyataan pro Bapak Pembangunan. Sebaliknya, mengingat sikon hendaknya Merdeka rem tulisan-tulisan yang menjelekkan Pemerintah Orde Baru, sekedar karena main hutang ke luar negeri.

Begitu juga harus direm keterangan-keterangan resmi bahwa perekonomian di masa dekat akan memprihatinkan karena defisit US$ 796 juta dalam neraca pembayaran tahun anggaran ini.

Hutang ke pihak luar negeri selama 15 tahun terakhir ini tidak ada artinya dalam menyukseskan pembangunan Orde Baru. Adapun soal defisit itu tak ada kaitannya dengan sukses pembangunan jika ditutup oleh kenaikan harga minyak tanah dan bahan bakar minyak lainnya di dalam negeri dan kenaikan pajak-pajak seperti IPEDA, IREDA, SWP3D dan sebagainya lagi.

Pokoknya, pembangunan harus sukses karena kita, sudah memiliki Bapak Pembangunan. Hidup Orde Baru, hidup Merdeka, hidup segala-galanya. Amin. (DTS)

Cicurug, Merdeka

Sumber: MERDEKA (23/12/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 448.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.