REAKSI ATAS MUNDURNYA SOEHARTO RUPIAH SEMPAT SENTUH RP.9.700

REAKSI ATAS MUNDURNYA SOEHARTO RUPIAH SEMPAT SENTUH RP.9.700[1]

 

Jakarta, Republika

Pasar uang dan pasar modal di Asia memberikan sentimen positif atas pengunduran diri HM Soeharto sebagai Presiden Indonesia. Ini tercermin dari naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar uang utama Asia antara lain Hong Kong dan Singapura.

Di Singapura, pusat perdagangan mata uang regional, rupiah menguat 3,6 persen, sempat diperdagangkan pada posisi Rp.9.700 per dolar AS. Namun dalam sesi terakhir kembali melemah pada Rp.11.500 per dolar, sampai akhirnya ditutup menguat tipis pada posisi Rp.11.000 per dolar AS. Hari sebelumnya, rupiah ditutup pada posisi Rp.11.100 per dolar AS.

Kendati menguat, namun pelaku pasar tetap hati-hati dan senantiasa mengawasi setiap detik perkembangan politik di Indonesia. Ini lantaran masih ada kekhawatiran timbulnya lagi ketidakstabilan di Jakarta.

Pialang yang bekerja pada sebuah bank di Eropa mengatakan pengunduran diri Soeharto memang dinilai positif, tapi pasar uang Asia kemungkinan masih akan melihat perkembangan selanjutnya.

Kegiatan perdagangan rupiah di pasar uang Singapura sampai tengah hari Kamis masih relatif tipis.

“Tak ada yang mau ngambil posisi dengan rupiah, mereka menunggu langkah-langkah kabinet baru.” ujarnya.

Di pasar uang spot antar bank Jakarta sendiri sejak Rabu, rupiah tidak aktif diperdagangkan berkaitan dengan belum stabilnya situasi terutama di ibukota yang mengakibatkan tidak mungkin dilaksanakan kliring Bank Indonesia (BI).

Sedangkan pada perdagangan Kamis, pasar uang Jakarta libur berkaitan dengan libur nasional. Sebelumnya, pada perdagangan Selasa rupiah ditutup berkisar Rp.11.725/Rp.12.425 per dolar AS.

Kendati menguat namun pelaku pasar terlihat masih berhati-hati dengan diangkatnya BJ Habibie sebagai Presiden Indonesia.

“Habibie bukan favorit investor, sulit melihatnya bisa melancarkan reformasi ekonomi.” kata Seema Desai, pakar ekonomi Regional di Schroders Securities Pte. Ltd.

Pandangan senada dilontarkan Quah Hong Chye, Vice President Strategi Asia dan ekonom di Merrill Lynch Singapura. Ia memang mengatakan turunnya Soeharto sudah tepat.

“Hanya saja, Habibie bukan pilihan terakhir.” ujarnya.

Pandangan General Manager Standard and Poor’s MMS Singapura Andy Tan lebih rinci. Ia bilang, masih ada kelompok yang tidak puas dengan diangkatnya Habibie, sehingga masih akan terlihat masa-masa sulit dalam beberapa bulan ke depan.

Sedangkan Susumu Kato, ekonom pada Barclays Capital di Tokyo, menilai pengunduran diri Soeharto akan mendorong stabilitas, namun pertanyaannya adalah kredibilitas penggantinya. Begitupun, ia menganggap terlalu dini untuk meramalkan situasi sekarang.

Terlepas dari pandangan-pandangan tadi, yang jelas pengunduran diri Soeharto terhadap kegiatan perdagangan mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS dampaknya bervariasi.

Nilai Ringgit Malaysia mengalami penurunan terhadap dolar AS menjadi 3,8152 dari sebelumnya 3,7900 dolar Singapura turun menjadi 1,6470 dari sebelumnya 1,6415 dan Peso Filipina turun menjadi 38,85 dari sebelumnya 38,80.

Nilai Bath Thailand relatif tidak berubah dari posisi penutupan pasar Rabu pada 39,20 per dolar AS. Won Korea Selatan mengalami kenaikan dari 1.410 menjadi 1,392 won per dolar AS dan dolar Taiwan juga mengalami kenaikan dari 33,672 menjadi 33,619 per dolar AS. Bahkan, mundurnya Soeharto juga ikut mendongkrak yen Jepang terhadap dolar AS. Dolar AS turun dari 135,50 menjadi 135,43 terhadap yen.

Sumber : REPUBLIKA (22/05/1998)

________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 736-737.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.