RAPBN 87/88 TRANSMIGRASI 750.000 KK PELITA 4

RAPBN 87/88 TRANSMIGRASI 750.000 KK PELITA 4

 

 

Dalam Repelita IV ini diharapkan akan dapat dimukimkan 750.000 KK penduduk ke daerah2 penerima transmigran di tanah air, termasuk pemukiman bagi kelompok masyarakat terasing.

Dalam lampiran Pidato Pengantar Nota Keuangan dan RAPBN 1987/88 yang disampaikan Presiden Soeharto pada Sidang Paripurna DPR di Jakarta Selasa pagi disebutkan bahwa pengiriman transmigran dari tahun ke tahun terus melebihi target.

Tahun 1985/86, dari target yang ditetapkan 135.000 KK, ternyata mampu direalisasikan sebanyak 166.347 KK atau 23,2 persen di atas target. Mereka yang dimukimkan itu, 79.682 KK transmigran umum, 934 transmigran swakarsa berbantuan dan 85.731 transmigran swakarsa murni.

Sedangkan dalam tahun 1986/87 hingga Agustus 1986, telah dipindahkan lagi 65.455 KK yang terdiri 20.059 KK transmigran umum, 10.730 swakarsa berbantuan dan 34.666 KK transmigran swakarsa murni. Angka realisasi itu merupakan pencapaian 43,6 persen dari target.

Dalam lampiran Nota Keuangan itu disebutkan bahwa sekalipun pemerintah bertekad memukimkan 750.000 KK transmigran dalam periode itu, namun pelaksanaannya akan tetap diarahkan pada kemungkinan terjadinya perkembangan baru yang memerlukan langkah-langkah penyesuaian terhadap program itu secara keseluruhan.

Presiden juga mengungkapkan bahwa melalui usaha-usaha itu, jumlah transmigran yang berhasil dipindahkan/dimukimkan terus meningkat dari Pelita ke Pelita.

Sejalan dengan itu maka kegiatan penyiapan lahan pemukiman juga terus dilanjutkan, meliputi pembukaan lahan pekarangan, lahan usaha serta penyiapan prasarana seperti jalan penghubung, jalan poros, jalur desa, termasuk gorong-gorong danjembatan yang diperlukan.

Tahun 1985/86 dibuka 8.983 lahan pekarangan dan 36.458 lahan usaha, sedangkan prasarananya berupa jalan sepanjang 3.200 Km dan jembatan 5.190 meter.

Demikian pula dalam bidang penyiapan bangunan, selama kurun waktu tersebut telah dibangun 46.598 unit rumah untuk para transmigran.

Presiden dalam lampiran pidatonya juga menyebutkan bahwa penyelenggaraan transmigrasi ini mempunyai peranan penting dalam pembangunan, karena secara langsung dapat membantu memecahkan masalah ketidakseimbangan antara penduduk dengan tenaga kerja di pulau-pulau di Indonesia.

Dengan demikian, pelaksanaan transmigrasi selain dapat memperluas landasan bagi usaha pembangunan, juga dapat memperbaiki penyebaran penduduk sekaligus membuka kesempatan kerja, terutama di sektor pertanian.

Dengan program itu pula maka usaha pengembangan pertanian secara langsung dikaitkan dengan pemindahan penduduk dari daerah padat ke daerah yang masih jarang penduduknya.

Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah transmigran, pemerintah juga terus mengusahakan pengembangan industri, khususnya industri yang mengelola hasil pertanian. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (06/01/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 350-351.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.