RAPBN 87/88 MADRASAH IBTIDAIYAH DAPAT BANTUAN

RAPBN 87/88 MADRASAH IBTIDAIYAH DAPAT BANTUAN

 

 

Melalui program bantuan pembangunan sekolah dasar, dalam tahun 1986/1987 (sampai Agustus) sebanyak 14.885 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) memperoleh bantuan/rehabilitasi dari Pemerintah.

Menurut nota keuangan yang menjadi lampiran Pidato Pengantar RAPBN 1987/1988 yang disampaikan Presiden Soeharto dalam sidang Paripurna DPR, Selasa, di Jakarta, ihwal tersebut selaras dengan program pembinaan agama yang peningkatannya juga mencakup pembinaan pendidikan agama tingkat dasar, menengah dan tinggi.

Pada program pembinaan pendidikan tingkat dasar dilaksanakan berbagai kegiatan seperti perluasan/rehabilitasi ruang Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), pengadaan buku pelajaran dan pedoman guru serta penataran guru dan tenaga pembina.

Selama tahun 1986/1987 (sampai Agustus 1986), sebanyak 147 MIN telah direhabilitasi, sedangkan buku pelajaran dan pedoman bagi guru disediakan sejumlah 2.073.649 buah, serta 980 guru sudah mengikuti penataran yang sesuai dengan program.

Selain itu, juga dilaksanakan usaha-usaha peningkatan mutu Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS), pembinaan agama pada SLTP dan pembinaan Pondok Pesantren, serta peningkatan mutu Madrasah Aliyah (MA) dan Pendidikan Guru Agama (PGA) baik negeri maupun swasta.

Selama tahun ketiga Pelita IV (sampai Agustus 1986) telah direhabilitasi 210 ruang kelas MTsN, sedangkan buku pelajaran untuk murid dan pedoman bagi guru disediakan sebanyak 1.300.000 buah, serta 800 guru MTsN yang sudah mengikuti penataran.

Pada periode yang sama, sebanyak 1.200 guru SD dan 600 guru SLTP pun sudah mengikuti penataran, sedangkan pengadaan buku pelajaran agama tingkat SD disediakan 1,6 juta lebih, tingkat SLTP 830.000 buah ditambah penyediaan 2.000 unit alat peraga tingkat Sekolah Dasar.

Selama kurun waktu tersebut, 35 ruang kelas MA direhabilitasi, 600 guru dan tenaga Pembina MA negeri sudah mengikuti penataran serta penyediaan 350 ribu buku pelajaran dan pedoman bagi guru.

Kader Pembangunan Lingkungan

Sejalan dengan program tersebut, selama tahun ketiga Pelita IV (sampai Agustus 1986) Pemerintah juga melaksanakan usaha-usaha yang bertujuan supaya kegiatan Pondok Pesantren sesuai dengan program pembangunan.

Sehubungan dengan itu, sesuai pengembangan Pondok Pesantren agar menjadi pusat pengembangan mamsyarakat sekelilingnya, dalam tahun 1986/1987 dilakukan pembangunan bengkel kerja dan rehabilitasi gedung terhadap 60 Pondok Pesantren, serta bantuan sarana keterampilan dan praktek pada 52 Pondok Pesantren lainnya.

Selain itu, ada pula bantuan Pemerintah berupa penyediaan buku-buku perpustakaan dan pelajaran sebanyak 30.000 buah, serta penataran tenaga pembina pondok pesantren yang diikuti 240 orang.

Dalam bagian akhir pidato pengantar RAPBN 1987/1988, Presiden Soeharto menjelaskan bahwa walaupun dilihat dari sumber anggaran, sektor agama (satu sektor dari sekian sektor penunjang peningkatan kesejahteraan rakyat) mengalami penurunan cukup besar, tidak berarti peningkatan kesejahteraan rakyat dan kualitas manusia terabaikan. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (06/01/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 348-350.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.