RAPBN 1987/88 DAN PROSPEK JASA KONSTRUKSI

RAPBN 1987/88 DAN PROSPEK JASA KONSTRUKSI

 

 

Menurunnya Anggaran Pembangunan pada RAPBN 1987/1988 sangat memprihatinkan, karena ketergantungan sektor jasa konstruksi khususnya anggota Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) terhadap pasar pemerintah sangat besar.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Umum Gapensi, Prof.DR.Ir. Roosseno kepada pers di Jakarta, Kamis menanggapi pidato Presiden Soeharto ketika mengantar Nota Keuangan dan RAPBN 1987/1988.

Dikatakan, volume RAPBN 1987/1988 sebesar Rp 22,76 triliun secara nominal memang naik sekitar 6,4 persen dibanding tahun anggaran sebelumnya, namun secara riil nilainya menciut.

Menurunnya anggaran pembangunan pada RAPBN 1987/1988 mengharuskan para kontraktor lebih meningkatkan efisiensi dan produktivitas agar dapat mempertahankan dirinya mengatasi kesulitan.

Dalam usaha menumbuhkan kemampuan kontraktor nasional, Gapensi mengimbau pemerintah agar mengusahakan pasar yang berimbang dengan tidak memberikan ijin usaha dalam bidang jasa konstruksi sehingga kelahiran perusahaan kontraktor baru untuk sementara dihentikan.

Perlu ditingkatkan profesionalisme pemberi tugas dalam menyusun dokumen lelang, cara-cara prakualifikasi dan penawaran sehingga diperoleh kejelasan dan keterbukaan yang dapat mengurangi peluang kecurangan serta subyektivisme yang dilandasi kepentingan pribadi.

Tidak adanya kenaikan gaji pegawai negeri sipil dan ABRI sesuai dengan pidato Presiden Soeharto ketika mengantar nota keuangan dan RAPBN dikhawatirkan akan menimbulkan penyelewengan-penyelewengan dikalangan pegawai negeri.

“Dengan tidak dinaikkan gaji pegawai negeri dikhawatirkan moral pegawai negeri akan rusak. Oleh karena itu pemerintah perlu mempertimbangkannya kemungkinan gaji pegawai negeri dapat dinaikkan,” katanya.

Gapensi yang lahir 28 tahun lalu di Tretes-Jawa Timur merupakan asosiasi profesi tertua dan terbesar di Indonesia, telah berkembang di 26 propinsi, dengan jumlah anggota aktif sekitar 35.000 perusahaan.

Dalam keadaan sulit dewasa ini dianjurkan agar para kontraktor mulai mengadakan penganekaragaman usaha terutama dibidang industri kerajinan, agro industri termasuk perikanan dan tambak udang disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

Kepada kalangan perbankan, Ketua Umum Gapensi mengharapkan agar membantu kontraktor, karena sistem perkreditan saat ini dinilai kurang dinamis sebab lebih mengandalkan kepada jaminan kredit ketimbang kelayakan usaha.

“Perbankan hendaknya dapat membantu memberikan permodalan kepada pengusaha jasa konstruksi yang akan mengalihkan usahanya ke bidang lain,” demikian Roosseno. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (08/01/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 361-362.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.