RAMOS MANFAATKAN AELM UNTUK “JUAL” SUBIC

RAMOS MANFAATKAN AELM UNTUK “JUAL” SUBIC[1]

 

Subic, Filipina, Antara

Presiden Filipina Fidel V Ramos mencoba memanfaatkan pertemuan tidak resmi tingkat tinggi forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) untuk memperkenalkan Subic sebagai kawasan industri kepada para pemimpin ekonomi APEC.

Saat menerima para pemimpin yang akan melakukan pertemuan di “Leader Summit Hall”, Subic, Senin, Ramos senantiasa berusaha memperlihatkan kepada tamu­tamunya letak kawasan industri baru itu yang diyakininya sebagai kawasan masa depan negaraitu.

Tampak Ramos memberi penjelasan secara rinci dengan harapan negara-negara tamu mau menanamkan modalnya di Subic, yang pernah menjadi salah satu pangkalan kapal militer AS terbesar di luar negeri itu.

Subic, yang terletak sekitar 120 km arah barat daya Manila, sejak tahun 1992 menyusul ditariknya personal militer AS telah menampung lebih 200 perusahaan Internasional dari berbagai negara.

Pertemuan informal pemimpin APEC (AELM/APEC Economic Leaders Meeting) dikenal pula dengan sebutan pertemuan puncak tidak resmi APEC.

Setelah peneriman tamu oleh Presiden Ramos, acara dilanjutkan dengan foto bersama di depan gedung pertemuan dan sekitar pukul 09:45 waktu setempat (08:45 WIB) pertemuan dimulai yang dijadwalkan berlangsung hingga sore hari.

Setelah pertemuan berakhir, Presiden Soeharto direncanakan akan langsung menuju Jakarta dari Subic. Sejumlah pemimpin ekonomi APEC juga akan langsung pulang ke negara masing-masing, dan sebagian lainnya akan kembali ke Manila.

Dalam pertemuan di Subic kali ini,para pemimpin ekonomi APEC mengeluarkan sebuah deklarasi yang menekankan pentingnya kerjasama ekonomi dan kerjasama teknik antara ekonomi APEC untuk mendukung tercapainya liberalisasi perdagangan dan investasi di kawasan tersebut.

Di samping itu, para pemimpin juga mengesahkan Rencana Aksi Manila untuk APEC 1996.

APEC terdiri atas Australia, Brunai, Kanada, Chile, RRC, Hongkong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Filipina, PNG, Selandia Baru, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Amerika  Serikat.

Sumber : ANTARA (25/l l/1996)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 508-509.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.