RAKYAT TIMTIM AKAN ANUGERAHKAN PAKAIAN ADAT KEPADA PRESIDEN

RAKYAT TIMTIM AKAN ANUGERAHKAN PAKAIAN ADAT KEPADA PRESIDEN[1]

 

Dilli, Suara Pembaruan

Rakyat Timor Timur akan menganugerahkan seperangkat pakaian adat lengkap kepada Presiden Soeharto pada saat kedatangan Kepala Negara untuk meresmikan berbagai proyek pembangunan di propinsi termuda itu Selasa (15/10).

Perangkat pakaian adat yang akan diserahkan Ketua DPRD Antonio Freitas Parada, mewakili rakyat Timor Timur, terdiri atas sebuah pedang khas, pakaian adat dan perlengkapan lainnya yang biasanya dipakai oleh raja-raja di Timtim.

Penyerahan seperangkat pakaian adat kepada Presiden dilakukan setelah Gubernur Abilio Jose Osorio Soares melaporkan proyek-proyek yang akan diresmikan dan perkembangan pembangunan Timor Timur selama 20 tahun terakhir. Ketua DPRD menyerahkan perangkat pakaian adat itu didampingi Gubernur Abilio.

Presiden akan meresmikan empat macam proyek yaitu jalan negara sepanjang 328 km, 25 jembatan dengan panjang 1.208m. Monumen Kristus Raja yang dibangun di Tanjung Fatucama, Dili Timur dan Jalan Ibu Tien Soeharto sepanjang 4,2 km di Kota Dili.

Jalan negara 328 km adalah jalan yang dimulai dari perbatasan Provinsi NTT, dari Mota Ain menuju ujung timur Timtim, yaitu Lautem. Jalan yang dibangun selama 20 tahun Timtim berintegrasi ini, melewati jalan utara Pulau Timor dengan aspal beton (hotmix) dan pembangunannya menghabiskan dana Rp 54,5 miliar lebih.

Sedang kedua puluh lima jembatan kecil dan besar itu tersebar di seluruh pelosok Timtim. Sungai-sungai kecil dan besar yang selama ini menjadi kendala dalam hubungan transportasi masyarakat utara ke selatan dan sebaliknya, sekarang ini sudah bisa dilalui dengan kendaraan roda empat. Dari 25 jembatan yang akan diresmikan, tercatat 21 yang kecil, tiga sedang seperti Lacio Selatan sepanjang 180m, Pires 110m dan Ayasa 100m. Sedangkan yang besar adalah Jembatan Nunura dengan panjang 420 meter. Pembangunan jembatan ini menelan biaya seluruhnya Rp 4,5 miliar, yang dikerjakan dalam tiga tahun anggaran.

Kepala Kanwil Departemen Pekerjaan Umum Timor Timur, Yacobus Mahulette, Senin pagi, kepada Pembaruan menjelaskan, pihaknya merasa bangga karena hasil pembangunan jalan yang sangat bermanfaat bagi rakyat itu langsung diresmikan oleh Kepala Negara.

Ide Gubernur

Sementara itu, Patung Kristus Raja dibangun atas ide Gubernur Abilio Jose Osorio Soares, patung Kristus Raja dibangun dengan tinggi 27 meter, yang melambangkan 27 propinsi. Patung yang dibuat dari tembaga seberat 33 ton dan tinggi 17m itu sumbangan dari PT Garuda Indonesia. Fondasi dan penyangga patung semuanya dari manner asli Timor Timur.

Di sekitar patung dibangun pelataran I persis dekat patung, kemudian agak ke bawah pelataran II dengan kapasitas 1.000 orang lebih dengan sebuah altar dibuat dari marmer. Dari bawah, yaitu pantai menuju pelataran I dan II dibangun stasiun untuk kegiatan jalan salib dilengkapi dengan tangga yang seluruhnya dibuat dari manner.

Dana untuk pembangunan patung ini sekitar Rp 7 miliar yang diperoleh dari donatur, masyarakat dan PT Garuda Indonesia yang mewakili 26 propinsi lainnya.

Oleh karena itu, patung ini menurut Gubernur Abilio tidak saja milik rakyat Timtim, tetapi juga milik bangsa Indonesia.

Jalan Ibu Tien

Jalan Ibu Tien Soeharto adalah jalan utama di Kota Dili dari Comoro (setelah Bandara Comoro) menuju lapangan helikopter Dili, sekitar 4,2 km. Jalan ini berbentuk bulevar yang sangat indah.Walaupun dibangun secara maraton oleh kontraktor di bawah pengawasan pihak Departemen Pekerjaan Umum Timtim, namun jalan ini indah dan tepat bagi kota Dili yang sedang berkembang. Dana untuk pembangunan Jalan Ibu Tien Soeharto sebanyak Rp 4 miliar lebih.

Peresmian keempat proyek tersebut akan ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan selubung nama Ibu Tien Soeharto. Setelah itu, Presiden akan meninjau visualisasi foto-foto di sekitar halaman kantor Gubernur kemudian menuju Bandara Comoro dan dengan menggunakan helikopter kepresidenan didampingi Gubernur dan Menteri PU akan meninjau Patung Kristus Raja dari udara sekitar 10 menit.

Senin (14/10) pagi, panggung di mana akan dipusatkan peresmian proyek-proyek itu di halaman kantor Gubernur sudah selesai seratus persen. Panggung dibangun dengan khas Timor Timur. Seluruh material diambil dari bahan daerah. Seperti tiang dari pohon lontar, pagar kecil dari bebak, dan atap dari daun lontar. Kombinasi ini menampilkan panggung ini benar-benar bernuansa Timor Timur.

Sumber : SUARA PEMBARUAN (14/10/1996)

_______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 446-448.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.