RACHMAT MULJOMISENO: KEBIJAKSANAAN PRESIDEN TENTANG ASPRI MENGGEMBIRAKAN

RACHMAT MULJOMISENO: 

KEBIJAKSANAAN PRESIDEN TENTANG ASPRI MENGGEMBIRAKAN [1]

 

Jakarta, Antara

Kebijaksanaan presiden dalam meniadakan Aspri, dinilai oleh ketua komisi VII DPR yang membidangi Ekonomi, Keuangan dan Perdagangan Drs. Rachmat Muljomiseno sebagai suatu kebijaksanaan luar biasa dan tindakan yang menggembirakan.

Mengemukakan tanggapannya dalam wawancara dengan “Antara” Selasa di Jakarta, Rachmat Muljomiseno selanjutnya mengatakan, dilihat dari segi fungsionil kebijaksanaan itu membuat keadaan jelas.

Menurut bekas menteri perdagangan itu, dengan kebijaksanaan presiden itu, maka segala kegiatan di bidang ekonomi keuangan khusus perbankan akan menjadi lebih cerah di-masa2 yang akan datang.

Masalah Pengusaha Pribumi

Menjawab pertanyaan mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam memberikan prioritas investasi kepada pengusaha2 pribumi oleh Rachmat dikatakan, bahwa hal itu merupakan suatu kebijaksanaan yang tepat yang sudah tentu akan disambut gembira oleh segenap pribumi.

Masalah Pelaksanaan

Rachmat Muljomiseno yang memimpin Komisi bidang Keuangan dan Perdagangan mengatakan, bahwa ia cukup maklum jika pengusaha2 pribumi masih merasa kurang yakin mengingat kondisi para aparatur negara khususnya di bidang perbankan.

Dalam hubungan ini Rachmat menyerukan, hendaknya para aparatur negara, khususnya di bidang perbankan, untuk tidak bersikap birokrasi dan memiliki sikap mental yang dengan sadar membantu pengusaha2 pribumi, sehingga tercipta kepercayaan masyarakat kepada segenap aparatur negara dan kepada setiap kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah.

Dilain pihak, kata Rachmat, para pengusaha pribumi dalam memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh pemerintah itu betul2 melengkapi dirinya untuk memenuhi persyaratan sebagai pengusaha dengan meningkatkan pengetahuan dan tata cara termasuk dalam berhubungan dengan bank. (DTS)

SUMBER: ANTARA (29/01/1974)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 403-404.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.