R. SOEPRAPTO: DWITUNGGAL SOEHARTO UMAR MANTAP

R. SOEPRAPTO: DWITUNGGAL SOEHARTO UMAR MANTAP

Jakarta, Antara

Wakil Ketua MPR-RI R. Soeprapto menilai bahwa dwitunggal Soeharto Umar Wirahadikusumah telah melaksanakan tugas-tugasnya dengan mantap namun kelestarian dwitunggal tersebut untuk masa-masa mendatang terserah kepada keputusan fraksi-fraksi.

Namun, menjawab pertanyaan ANTARA Soeprapto menambahkan, ia tidak memiliki wewewang menilai berhasil tidaknya Wapres selama dipegang Umar Wirahadikusumah.

“Secara pribadi, saya hanya bisa menilai pasangan Soeharto dan Umar merupakan dwitunggal yang mantap,” katanya menegaskan.

“Tentang kelanjutannya sekali lagi terserah fraksi sesuai dengan prosedur,” kata Soeprapto tanpa merinci lebih Ianjut.

Mengenai “voting”, Soeprapto mengatakan, tindakan itu bisa dibenarkan menurut tata tertib jika asas muyawarah untuk mufakat tidak membuahkan hasil.

“Voting”, menurut Soeprapto merupakan upaya guna menghindari terjadinya diktator bagi mayoritas serta tirani bagi minoritas.

Tetapi ”voting” memang harus dihindari terutarna jika hanya menyangkut “materi yang enteng-enteng” karena menyangkut citra majelis, katanya. Ia menambahkan, “Bagaimana citra majelis kalau masalah kecil harus diselesaikan dengan voting?” Namun, tambahnya, “voting” juga harus mengalah jika jadwal siding mengharuskan dikeluarkannya keputusan.

Bagus

“Bagus!” jawab Soeprapto menjawab pertanyaan mengenai pidato pertanggung jawaban Presiden Soeharto.

“Alasannya?” tanya ANTARA.

Ia menjawab, ada dua dasar untuk mengatakan pidato itu bagus.

Kedua dasar itu adalah menonjolnya situasi pembangunan serta menonjolnya stabilitas dan dinamisasi secara keseluruhan.

Kesatuan bangsa juga mantap dan Hankamnas terjaga dengan baik, katanya menambahkan.

Mengenai kekurangan, Soeprapto mengatakan, sebagai manusia semua memang memiliki kekurangan. Negeri ini masih mengalami kesulitan di bidang ekonomi dan di bidang kesempatan kerja yang masih sulit.

Timbulnya kekurangan itu tidak bisa dilepaskan dengan adanya faktor-faktor ekstem seperti resesi dunia. “Karenanya kita memang membutuhkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonorni dengan peningkatan jumlah tenaga kerja,” tegasnya.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (01/03/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 43-44.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.