PUTRA-PUTRI PAK HARTO AGAR TAK AKTIF DI POLITIK

PUTRA-PUTRI PAK HARTO AGAR TAK AKTIF DI POLITIK[1]

 

 

Jakarta, Merdeka

Bekas Menpora Hayono Isman yang juga tokoh Kosgoro mengatakan, putra­ putri bekas Presiden Soeharto diminta untuk tidak aktif dalam kegiatan politik. Mereka sebaiknya memberi jalan terhadap kelancaran proses menuju Sidang Umum MPR.

Selama ini putra-putri Soeharto yang aktif dalam kegiatan politik adalah Ny. Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) sebagai Ketua DPP Golkar dan juga duduk dalam Kabinet Pembangunan VII selaku Menteri Sosial, Bambang Trihatmodjo sebagai Bendahara DPP Golkar yang juga anggota MPR. Dalam kampanye pemilihan umum Mei tahun lalu, Tutut dan Bambang sering tampil sebagai juru kampanye nasional dalam memenangkan Golkar.

Wakil Sekretaris Jenderal Penelitian dan Pengembangan PDI hasil Munas Tarto Sudiro menambahkan, putra-putri Soeharto memang tidak punyai bakat menjadi politisi karena dalam kegiatan ini harus mampu menghadapi sepak terjang sosial politik yang keras.

“Mereka lebih cocok bergerak di bidang sosial.” kata Tarto.

Majalah Mingguan Asia Week yang diterbitkan, 22 Mei 1997 memilih putri sulung Soeharto itu sebagai satu-satunya wanita Indonesia paling berpengaruh. Waktu itu hanya ada tiga orang wanita yang masuk ke daftar Asia Week selain Tutut, PM Bangladesh Hasina Wajed (31) dan Presiden Sri Lanka Canderika Kumaratunga.

Sumber : MERDEKA (22/05/1998)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 522.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.