PULAU BINTAN AKAN JADI TUJUAN WISATA UTAMA MASYARAKAT SINGAPURA

PULAU BINTAN AKAN JADI TUJUAN WISATA UTAMA MASYARAKAT SINGAPURA[1]

 

Bintan, Antara

Pulau Bintan yang terletak sekitar 100 km sebelah utara Provinsi Riau diperkirakan akan menjadi tujuan wisata utama masyarakat Singapura karena Bintan tidak hanya menonjol dari letak geografisnya tetapi juga karena mutu lokasinya.

Bahkan, Presdir Sahid Hotel Group, Sukamdani S. Gitosardjono seusai acara peresmian Kawasan Wisata Intemasional Bintan oleh Presiden Soeharto dan PM Goh Chok Tong di Bintan, Selasa mengatakan, mutu laut yang mengelilingi Pulau tersebut merupakan daya tarik luar biasa.

“Kombinasi antara letak geografis yang dekat dengan Singapura dan mutu alam tersebut menjadi kekuatan Pulau Bintan sebagai kawasan pariwisata.” katanya.

Pernyataan serupa juga dikatakan oleh Direktur Bintan Resort Corp Angky Handoko karena total wisatawan yang datang ke Pulau Bintan selama tahun 1995 sebanyak 31 ribu orang, 47 persen diantaranya merupakan wisatawan asal Singapura.

Angka persentase itu merupakan angka tertinggi dari wisatawan asal negara lainnya termasuk asal Jepang yang hanya 20 persen. Kenyataan ini jelas menunjukkan bahwa minat masyarakat Singapura untuk berwisata ke Pulau Bintan sangat besar.

Mengenai prospek kawasan Bintan sendiri, Angky mengatakan data jumlah wisatawan yang berkunjung selama perode Januri-Mei 1996 yang sebanyak 29 ribu orang merupakan fakta yang tidak perlu dijelaskan lebih lanjut.

Jumlah itu merupakan 300 persen lebih banyak dari jumlah wisatawan yang datang pada periode yang sama tahun 1995.

Sementara itu, Menko Prodis Hartarto yang memberikan sambutan acara peresmian tersebut mengatakan, komitmen Indonesia dan Singapura untuk meningkatkan pertumbuhan investasi di Pulau Bintan menjadi dorongan yang sangat besar bagi perkembangannya.

Komitmen itu, katanya, menjadi komitmen politik yang berpengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi yang akan makin mendorong realisasi peningkatan kerjasama ekonomi kedua negara yang telah ditandatangani pada tahun 1990.

Kepentingan Sektor Lain

Hartarto yang juga menjabat Ketua Tim Pembangunan Provinsi Riau (TPPR) menjelaskan, dalam perkembangannya Pulau Bintan tidak hanya akan dijadikan kawasan pariwisata tetapi juga untuk kepentingan sektor ekonomi lainnya.

Pembangunan sektor ekonomi lainnya itu adalah pengembangan Bintan sebagai kawasan industri dan kawasan pengembangan sumber air. Sementara itu Pulau Karimun yang masih berada dalam gugusan kepulauan Riau diperuntukkan bagi kawasan perlindungan dan distribusi minyak dan pengawasan lingkungan.

Secara keseluruhan, katanya, pembangunan pulau tersebut akan mengarah kepada pembangunan ekonomi yang terdiri dari beberapa sektor yang diharapkan semakin meningkatkan kemajuannya.

Investasi, termasuk dari Singapura dinilainya sebagai unsur penting yang akan menentukan keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh TPPR dengan bantuan Komite Tingkat Menteri kedua Negara.

Sumber : ANTARA (18/06/1996)

_____________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 321-322.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.