PT. TIMIKA JAYA NUSANTARA DUA KALI MERAIH PRIMANIYARTA

PT. TIMIKA JAYA NUSANTARA DUA KALI MERAIH PRIMANIYARTA[1]

 

Jakarta, Antara

Pengembangan sumber daya manusia yang tepat membuat PT. Timika Jaya Nusantara, sebuah eksportir ikan beku di Irian Jaya, sebagai penerima dua kali penghargaan Primaniyarta.

PT. Timika Jaya Nusantara adalah satu di antara 67 penerima penghargaan Primaniyarta tahun ini yang diserahkan oleh Presiden Soeharto di Istana Negara, Kamis.

Primaniyarta diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil dalam meningkatkan ekspor komoditi nonmigas berdasarkan prestasi lima tahunan. Penghargaan tahun ini didasarkan pada prestasi perusahaan dari 1991 hingga 1995.

Penghargaan itu bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ekspor non-migas.

Tahun lalu PT. Timika Jaya Nusantara, yang beroperasi di perairan Arafura Irian Jaya dengan 14 kapal penangkap ikan, juga keluar sebagai penerima penghargaan sejenis atas prestasinya dalam meningkatkan ekspor.

Sebelum upacara penyerahan penghargaan itu, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Tunky Ariwibowo mengatakan penilaian atas pemenang Primaniyarta didasarkan pada tingkat kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban pajak dan bea masuk disamping perhatian perusahaan terhadap lingkungan.

Dirut PT. Timika Jaya Nusantara, Romeo MJ Sumendap, mengatakan keberhasilan perusahaannya memperoleh penghargaan semacam itu tidak terlepas dari upaya pengembangan sumber daya manusia, kontribusi terhadap pendapat asli daerah Irian Jaya dan tidak terlibat kredit macet.

Perusahaan itu yang mempekerjakan 4/7 karyawan merupakan satu-satunya eksportir ikan beku yang memperoleh penghargaan Primaniyarta tahun ini.

Tahun 1995 perusahaan tersebut mengekspor udang beku senilai 6.32 juta AS ke Thailand.

Sumber : ANTARA (04/09/1996)

___________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 765.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.