PT PARAS AKHIRNYA BANGUN PABRIK PEMBUMIAN MINYAK DI PASURUAN

PT PARAS AKHIRNYA BANGUN PABRIK PEMBUMIAN MINYAK DI PASURUAN[1]

 

Surabaya, Antara

Pabrik pembumian minyak PT Paras Grati Refening (PGR) yang merupakan konsorsium dari Nimir Petroleum Company (Arab Saudi) dan Mitshui Oil & Gas Ltd (Jepang) serta PT. Gigaraya Internasional (Indonesia), akhirnya akan membangun pabriknya di Desa Wates, Kec. Grati, Kab. Pasuruan, Jatim.

Kepastian lokasi pabrik pembumian itu disampaikan Dirut PGR, Kusumo, kepada Gubernur Jatim Basofi Soedirman bersama Ketua BKPMD Jatim Bambang Koesbandono dan Ketua Bappeda Jatim Boedi Soesetyo di Grahadi Surabaya, Selasa.

Konsorsium perusahaan tiga negara tersebut telah mendapat ijin dari Presiden Soeharto sebagai PMA sejak 25 Juli 1995. Namun lokasi pabrik pertama kali di Situbondo banyak ‘memakan’ lahan subur, karena daerah pertanian setempat beririgasi teknis.

Presiden melalui Meneg Agraria Kepala BPN, menyatakan lahan pertanian beririgasi teknis tidak boleh berubah fungsi menjadi apa pun, apalagi industri besar potensial limbah seperti pembumian minyak. Setelah gagal di Situbondo, PGR berupaya mengalihkan lokasinya ke Probolinggo dan menemui hal sama karena lahan diperlukan di daerah itu umumnya juga pertanian beririgasi teknis.

“Akhirnya kami menemukan daerah sesuai di tepi pantai dan lahannya tandus di Desa Wates, Grati, sesuai yang kami perlukan seluas 470 hektar.” ucap Kusumo kepada wartawan seusai pertemuannya dengan Basofi.

Pabrik pembumian minyak dengan investasi Rp 1,4 triliun ini mendatangkan minyak mentah dari Arab Saudi dua juta barel/tahun dan diolah di Grati ini menjadi premium, elpiji, solar dan hasil sampingan berupa belerang/sulfur. Areal seluas 470 Ha diperlukan, 350 Ha untuk kilang atau pabrik pembumian, 70 Ha perumahan dan fasilitas umum/rekreasi, 25 ha untuk terminal/pelabuhan serta 30 Ha lahan penyangga.

Menurut dia, sesuai dengan ijin BKPMD Jatim, maka lahan 350 Ha untuk kilang dan sudah dibebaskan, sedangkan sisanya 120 Ha dicarikan terpisah namun tetap dalam satu Desa Wates.

Sejak dua bulan lalu hingga Maret 1997 dilaksanakan studi kelayakan dan setelah itu selama empat tahun dilakukan pembangunan. Berdasarkan target itu maka pada tahun 2001 pabrik pembumian ini mulai berproduksi. Pabrik ini mampu menyerap tenaga kerja 8.500 orang pada saat pembangunan dan 1.000 orang pada saat berproduksi.

Dana investasi diperoleh dari ekuiti pemegang saham 25 persen dan pinjaman sindikasi bank serta lembaga keuangan luar negeri 75 persen dengan masa pengembalian selama 12 tahun, ujar Kusumo.

Sumber : ANTARA (18/12/1996)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 539-540.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.