PROYEK LNG BERMANFAAT BESAR

PRESIDEN: PROYEK LNG BERMANFAAT BESAR [1]

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto ketika meresmikan proyek Gas Alam Cair (LNG) di Bontang Selatan, Kalimantan Timur, hari Senin, mengatakan, secara nasional proyek ini jelas memberikan kemanfaatan yang besar ditinjau dari berbagai segi.

“Kekayaan bumi kita yang selama ini terpendam atau hanya dibiarkan tak bermanfaat, sekarang dapat kita keluarkan dan kita manfaatkan. Kita ekspor gas alam cair itu sehingga kita mendapatkan devisa yang tidak sedikit. Devisa itu kita perlukan guna lebih cepat menggerakkan roda2 pembangunan,” kata Presiden.

Proyek yang besar ini, demikian Presiden, dengan segala rangkaian kegiatannya yang panjang dan kait mengkait, jelas harus dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan daerah ini dan menambah kesejahteraan masyarakat yang menjadi tujuan pembangunan nasional Indonesia.

Ia mengatakan, biaya pembangunan proyek ini diperoleh dari pinjaman sekitar 600 juta dolar Amerika yang sebagian besar berasal dari Jepang.

“Kita harus mengembalikannya dalam jangka waktu 12 tahun. Jumlah yang kita kembalikan nanti pinjaman dari Jepang dan bunganya akan mencapai sekitar 980 juta dolar Amerika,” ungkap Presiden.

Tetapi meskipun pinjaman tersebut tampaknya besar, hasil produksi yang diekspor RI selama 20 tahun mendatang akan mencapai jumlah sekitar 7,7 milyar dolar Amerika. Dan “kita benar2 memperhitungkan kemampuan dan hasil yang akan dicapai dalam menerima pinjaman2 dari luar”. Bahkan lebih dari itu, Presiden menegaskan, beberapa angka yang disebut tadi menunjukkan bahwa hasil yang dicapai sungguh jauh berlipat ganda dari pinjaman yang diperoleh, belum lagi terhitung berbagai kemanfaatan lain yang digerakkan oleh proyek besar ini dalam mendorong meluasnya pembangunan daerah dan membuka kesempatan bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat di sini.

Untuk Hal2 Yang Bermanfaat

Presiden menegaskan, pinjaman2 yang diperoleh dari luar sungguh-sungguh digunakan untuk hal2 yang bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pinjaman2 itu sama sekali tidak berarti bahwa kita menjual diri atau menggadaikan negeri ini kepada orang luar. Pinjaman2 itu justru kita perlukan dan kita percepat, sebab apabila tidak, maka kemunduran dan kerusakan kehidupan sosial kita akan tidak dapat tertahan lagi,” katanya.

Menurut Presiden, dengan selesainya proyek ini manfaat lain yang diperoleh adalah penggunaan gas alam itu sebagai sumber energi yang sangat diperlukan oleh manusia. Proyek serupa di Aceh tidak lama lagi sudah mulai berproduksi.

Presiden juga menyinggung penelitian dan mulainya pengolahan panas bumi untuk dijadikan sumber energi dan pemikiran2 bagi penggunaan tenaga nuklir sebagai sumber energi.

“Keterbatasan kemampuan dan pembiayaan dan penguasaan teknologi memang belum mungkin kita kerjakan sekarang juga. Namun semuanya itu bukan pula mustahil dapat kita kerjakan nanti”. (DTS)

Sumber:  ANTARA (01/08/1977)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 479-480.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.