PROYEK INJEKSI UAP-DURI WUJUD IKLIM INVESTASI BAlK DI INDONESIA

PROYEK INJEKSI UAP-DURI WUJUD IKLIM INVESTASI BAlK DI INDONESIA

 

 

Jakarta, Antara

Proyek Injeksi Uap-Duri, Riau, yang akan diresmikan Presiden Soeharto pada tanggal 3 Maret 1990 merupakan salah satu contoh perwujudan iklim investasi yang baik di Indonesia, khususnya di sektor perminyakan, kata Wakil Direktur Pemboran PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) Ir. Anton Wahyu Sudibyo di Duri, Pekanbaru, Rabu.

Proyek Injeksi Uap-Duri yang akan diresmikan Presiden itu adalah pada area empat di ladang minyak Duri, sedangkan ketiga area lainnya kini sudah dioperasikan dengan sistem Injeksi Uap, kata Anton kepada rombongan wartawan Jakarta yang melakukan kunjungan ke daerah itu.

Dikatakannya, Proyek Injeksi Uap-Duri yang kini sudah menelan investasi 700 juta do1ar AS itu ditargetkan mampu menambah produksi minyak lebih 60 persen menjadi 2,5 miliar barel per tahun dari perkiraan kandungan 7,1 miliar barel.

Kalau misalnya, dalam satu sumur yang dipompa dengan pompa angguk menghasilkan 100 barel per hari, maka setelah diinjeksi selama enam tahun bisa menghasilkan sekitar 400-600 barel per hari atau seluruhnya bisa mencapai 250.000 barel per hari dari 40.000 barel per hari, kata Wakil Direktur Eksplorasi PT CPI, Ir. Suwahyudi.

Selanjutnya diungkapkan, setiap satu injeksi uap dikeliling enam sumur minyak yang berjarak sekitar 135 meter.

Suwahyudi mengatakan, sistem injeksi uap ini sudah dilakukan di lapangan Duri sejak 1985 dan hasilnya sudah menunjukkan peningkatan dari 120.000 barel tahun 1988 menjadi 130.000 barel tahun 1989.

Produksi ini bila dibanding dengan proyek injeksi uap di Kern River dan Beldrige, Kalifornia, maka Duri termasuk yang terbesar produksinya di dunia, katanya.

Menurut dia, Kern River dan Beldrige yang sudah secara penuh menggunakan sistem injeksi tersebut baru berproduksi sekitar 120.000 sampai 130.000 barel per hari. Sedangkan Duri bisa memproduksi sekitar 250.000 barel per hari dari 4.060 sumur produksi.

 

Investasi EOR

Sistem Injeksi Uap melalui teknologi Echanced Oil Recovery (EOR) memang memerlukan investasi yang banyak, disamping juga memerlukan teknologi tinggi dan membutuhkan kualitas manusia yang baik, katanya.

Menurut dia, dengan investasi 700 juta dolar AS di lapangan Duri itu berlaku dalam kedalaman antara 200-300 meter. Setiap sumur produksi mempunyai variasi kedalaman minyak dan di Duri sendiri bervariasi antara 200-300 meter, katanya.

Menurut catatan, ada 14 lapangan minyak yang telah menggunakan teknologi EOR dengan Injeksi Uap, di antaranya adalah Lapangan Minyak Minas, Riau, Lapangan Minyak Lirik, Arjuna, Sinta, dan Handil di Kalimantan Timur dan Lapangan Minyak Tanjung Tiga Timur, Sumatera Selatan.

 

 

Sumber :ANTARA(21/02/1990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 268-270.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.