Protes Para Perwira Diponegoro

Protes Para Perwira Diponegoro[1]

 

PERWIRA-perwira TT IV Diponegoro dipimpin Mayor Yoga Sugama datang ke MBAD menemui Wakil KSAD Kolonel Zulkifli Lubis—mereka menyampaikan protes atas penunjukan Kolonel Bambang Supeno sebagai panglima.

Bambang Supeno adalah perwira dari TT V Brawijaya—sedangkan perwira-perwira TT IV menghendaki yang menjadi Panglima adalah yang berasal dari TT IV Diponegoro, yaitu Letnan Kolonel Soeharto sebagai perwira paling senior dan waktu itu sedang menjabat sebagai Kepala Staf TT IV Diponegoro.

Yoga Sugomo dan Sutopo Yuwono adalah anak didik Zulkifli di bidang intelijen. Mereka mengawali karir militer sebagai staf Zulkifli di lembaga intelijen, BRANI.

Sejak tahun 1942, Yoga Sugomo sudah mengikuti pendidikan militer, khusus di bidang intelijen pada Rikugun Shikan Gakko, Jepang. Dapat dikatakan bahwa Yoga Sugomo adalah satu-satunya perwira TM yang memiliki latar belakang pendidikan intelijen di Jepang, pra kemerdekaan.

Pengetahuan intelijennya bertambah mumpuni setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, Yoga diminta bekerja sebentar di Markas Sekutu di Tokyo. Sampai akhirnya ia kembali ke tanah air dan bergabung dengan Zulkifli Lubis di lembaga intelijen yang baru dibentuk, BRANI.

____________________________________________________________

[1]Noor Johan Nuh,  “Pak Harto dari Mayor ke Jenderal Besar”, Jakarta : Yayasan Kajian Citra Bangsa, hlm 46-47.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.