PROTEKSIONISME NEGARA MAJU BERAKIBAT BURUK

Presiden Buka Sidang Colombo Plan

PROTEKSIONISME NEGARA MAJU BERAKIBAT BURUK

Presiden Soeharto menegaskan, tindakan-tindakan proteksionisme yang diambil beberapa negara maju mempunyai akibat buruk bagi dunia, dan memukul negara negara yang sedang membangun.

Dalam pidatonya pada upacara pembukaan Sidang Komite Konsultatif ke-28 "Rencana Kolombo" (Colombo Plan) di Istana Negara, Senin pagi, Presiden mengatakan, sementara penyelesaian berbagai krisis dasawarsa yang lalu belum memberikan harapan, dan kemudian timbul berbagai masalah seperti inflasi, pengangguran dan resesi, keadaan ini dicoba diatasi dengan cara sendiri sendiri dan tidak mengenai akar persoalannya.

"Kita menyaksikan dengan jelas, misalnya, tindakan-tindakan proteksionisme di berbagai negara maju, yang akibatnya justru lebih buruk bagi dunia, terutama bagi negaranegara yang sedang membangun, karena ia langsung menghantam negara-negara yang sedang membangun itu," kata Presiden.

Hal ini akan memperlemah kemampuan negara yang sedang membangun, yang pada gilirannya berarti semakin sempitnya pasaran bagi negara-negara maju, dan bertambah macetnya ekonomi negara negara maju sendiri.

Saling Butuh

Kenyataan inihendaknya membangkitkan kesadaran bahwa pada jaman sekarang terlebih untuk masa mendatang, semua bangsa saling membutuhkan, kesulitan ekonomi suatu kelompok bangsa akan dapat menjadi awal kesulitan kelompok yang lain.

Sebaliknya, kekuatan sekelompok bangsa jika diarahkan secara tepat, akan menjadi pangkal kekuatan dan pertumbuhan bangsa-bangsa di kawasan lain.

Sidang Komite Konsultatif Rencana Kolombo ini diharapkan dapat membantu proses dan mengobarkan semangat kerjasama yang mendorong terciptanya hubungan ekonomi internasional yang lebih baik, menguntungkan semua pihak, dan memungkinkan meningkatkan pembangunan ekonomi negara-negara yang sedang membangun. Dari sekian unsur yang diperlukan untuk mempercepat kemajuan, maka peningkatan ketrampilan dan teknologi merupakan salah satu kebutuhan yang makin mendesak.

Pendidikan Tenaga

Sidang Komite Konsultatif ke-28 Colombo Plan ini akan berlangsung dua hari di Jakarta. Sekitar 115 peserta dari negara negara anggota berpartisipasi dalam sidang di Jakarta ini, 12 orang di antaranya adalah Menteri. Menteri menteri tersebut antara lain dari Malaysia, Afganistan, Pakistan, Nepal, Filipina, India dan Indonesia. (DTS)

Jakarta, Merdeka

Sumber: MERDEKA (25/11/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 656-657.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.