PROPINSI LAMPUNG NYATAKAN “TAKLUK” KEPADA IRJA

PROPINSI LAMPUNG NYATAKAN TAKLUK” KEPADA IRJA [1]

 

Jakarta, Antara

Walaupun secara resmi PON belum berlangsung tapi pengurus KONI Propinsi Lampung telah menyatakan “takluk” dan menyerahkan posisinya sebagaijuara ke lima PON kepada Irian Jaya.

Pernyataan takluk itu dinyatakan Ketua KONI Lampung Subki Harun, dalam pertemuan ramah tamah dengan Pengurus KONI Irian Jaya di lobi Hotel Century Park, Jakarta, Kamis pagi.

Dalam pertemuan dengan Ketua Bidang Pembinaan KONI Irja Drs. Harry Fabanyo, Subki Harun, mengatakan walaupun KONI Lampung berambisi mempertahankan posisi juara lima PON yang direbut dalam PON XIII tapi kesempatan untuk itu, kini telah hilang sama sekali.

“Ini gara-gara adanya keputusan KONI Pusat menciutkan jumlah medali emas cabang olahraga angkat besi, berat dan binaraga, ” katanya.

KONI Lampung dari cabang angkat besi, berat dan binaraga memastikan bisa merebut minimal 25 medali emas, tapi dengan adanya keputusan KONI mengurangi jumlah medali emas di cabang andalan Lampung ini maka Propinsi Lampung paling banyak hanya bisa merebut 14 buah medali emas.

“Dengan hanya memperoleh 14emas di cabang angkat besi, berat dan binaraga, Lampung langsung kehilangan kesempatan untuk rnernpertahankan posisinya sebagai lima besar dalam PON XII,”kata Subki Harun.

Karena itu, katanya, pihaknya rela rnelepaskan posisi tersebut kepada lrja yang dalam PON XII menduduki urutan keenam dan merupakan rival terdekat Lampung. lrja dalam PON XIII, yang Kamis sore dibuka Presiden Soeharto, menargetkan merebut 35 medali emas atau 11 medali lebih banyak dari jumlah medali yang diperoleh dalam PON XII.

“Bila target di atas pun tidak tercapai, dan umpamanya ltja hanya memperoleh 30 medali emas, kedudukan Irja tetap aman pada posisi Lima Besar PON XIII ,” demikiana Drs Fabanyo. (T.Jpr-001/0K10/0K04/ 15.00/0K01/ 9/09/93 15:24/ RE3)

Sumber:ANTARA(09 /09/ l993)

__________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 779-779.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.