PROGRAM “RUMPON SERIBU” UNTUK BANTU NELAYAN LAMPUNG

PROGRAM “RUMPON SERIBU” UNTUK BANTU NELAYAN LAMPUNG[1]

 

Bandar Lampung, Antara

Dinas Perikanan Lampung bekerjasama dengan Tim Kajian Khusus Terumbu Karang Universitas Lampung menggiatkan program “Rumpon Seribu”, guna menyelamatkan ekosistem terumbu karang sekaligus membantu meningkatkan pendapatan nelayan.

Wakil Ketua Tim Terpadu Penanganan Terumbu Karang Lampung, Ir. H Anshori Djausal, kepada pers di Bandar Lampung Jumat mengungkapkan, program pembuatan dan pengelolaan terumbu karang tersebut melibatkan petugas khusus di antaranya para mahasiswa jurusan biologi FMIPA Unila.

Pemda Lampung sendiri sudah membentuk Tim Khusus Penyelamatan Terumbu Karang yang diketuai langsung oleh Ka Dinas Pariwisata setempat yang di dalamnya terdiri dari berbagai unsur termasuk Unila dan Dinas Perikanan.

Pada tahap awal, ujar Anshori, program rumponisasi dilaksanakan di Dusun Mutun, Desa Sukajaya, Kec. Padangcermin (Lampung Selatan).

“Program rumponisasi rencananya akan dicanangkan secara khusus oleh Presiden Soeharto pada 26 September 1996.” Kata Anshori.

Saat ini sudah siap pemanfaatan sedikitnya 35 buah rumpon masing-masing lima rumpon besar yang dikelola Dinas Perikanan Lampung dan sekitar 30 rumpon sedang dan kecil yang ditangani mahasiswa Unila.

Program rehabilitas kawasan pantai dan penyelamatan terumbu karang, terutama di Teruk Lampung, dinamakan “Rumpon Seribu”. karena dari hasil kajian sebelumnya pendapatan nelayan dapat ditingkatkan lewat pengelolaan lingkungan yang didukung oleh sedikitnya seribu rumpon.

“Kalau kurang dari seribu rumpon, penghasilan nelayan setempat belum bisa meningkat secara berarti.” ujar Anshori Djausal.

Sumber : ANTARA (21/09/1996)

_______________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 767.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.