PROF MAKAMINAN MAKA GIANSAR TERPILIH SEBAGAI KETUA BPPN

PROF MAKAMINAN MAKA GIANSAR TERPILIH SEBAGAI KETUA BPPN

 

 

Jakarta, Antara

Prof. Dr. Makaminan Makagiansar, M.A. terakhir duduk sebagai anggota pimpinan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB, UNESCO, terpilih sebagai ketua Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (BPPN), demikian Humas Depdikbud mengungkapkan di Jakarta, Sabtu.

Makaminan Makagiansar yang beberapa tahun belakangan ini juga menjabat wakil Dirjen UNESCO untuk kawasan Asia-Pasiflk, terpilih sebagai ketua BPPN dalam rapat pleno yang berlangsung dua hari penuh, segera setelah badan pertimbangan itu dilantik Presiden Soeharto di Jakarta 6 Desember 1989.

Sidang pleno BPPN itu juga memilih Letjen. Purn. Soetanto Wirjoprasonto (mantan Sekjen Depdikbud) dan Prof. Dr. Moegiadi, M.A. masing-masing sebagai wakil ketua dan sekretaris BPPN.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hassan telah menguraikan latar belakang penugasan BPPN pada pembukaan sidang pleno yang dihadiri 16 anggota BPPN serta para pejabat eselon satu Depdikbud.

Jumlah anggota BPPN menurut Keppres tercatat 17 orang, tetapi Prof. Dr. Syarif Tayeb telah meninggal dunia sebelum dilantik Presiden.

BPPN, sesuai dengan keputusan Presiden No. 30 Tahun 1989 adalah forum konsultasi yang bersifat non-struktural sehingga badan itu tidak merupakan perpanjangan fungsi eksekutif Mendikbud.

Dikatakan, BPPN langsung bekerja menyusun program kerja jangka pendek, dengan merujuk pada Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Keppres No. 30 Tahun 1989, pesan Presiden pada pelantikan anggota BPPN serta harapan dan aspirasi masyarakat.

Penyusunan program kerja jangka pendek itu untuk pembahasan dan perumusan saran, nasehat dan pemikiran lain sebagai bahan pertimbangan mengenai berbagai masalah yang segera diatasi.

Untuk melaksanakan program itu, telah dibentuk kelompok-kelompok kerja yang sudah mulai aktif. Sementara itu rapat pleno ke dua dan ke tiga akan dilaksanakan masing-masing pada Januari dan akhir Pebruari 1990.

 

 

Sumber : ANTARA (09/12/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 370-371.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.