PROF. DIMYATI HARTONO SH : SAATNYA GOLKAR DAN ABRI BERORIENTASI KEPADA RAKYAT

PROF. DIMYATI HARTONO SH : SAATNYA GOLKAR DAN ABRI BERORIENTASI KEPADA RAKYAT[1]

 

Semarang, Kompas

Prof. Dr. Dimyati Hartono, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mengemukakan gembira karena pada akhirnya secara lugas Presiden Soeharto mengatakan, jika rakyat tidak lagi menghendaki dirinya sebagai presiden, maka ia tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan senjata. la akan mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa, dan dengan keluarga, anak-anak dan cucu.

Hal itu disebabkan Presiden Soeharto telah, melihat kenyataan yang ada di balik, kegiatan masyarakat saat ini, dan bisa menangkap sinyal politik terdalam yang ada pada rakyat karena itu, menurut Prof. Dimyati, sudah waktunya memenuhi kesediaan Presiden Soeharto. Hanya masalahnya, lenser keprabon akan dilakukan secara konstitusional dan melihat konstelasi politik saat ini hal itu harus melalui MPR.

Namun, ujarnya, saat ini jika diukur secara kuantitatif, tidak mungkin terjadi Sidang Istimewa MPR. Sebab di dalam MPR didominasi oleh Fraksi Karya Pembangunan (Golkar), ABRI dan Utusan Daerah, sedang yang terpilih hanya sebagian kecil. Keadaan ini menyebabkan dengan pendekatan matematis tidak mungkin terjadi Sidang Istimewa MPR.

Oleh karena itu, ujar Prof. Dimyati, saat ini waktunya bagi anggota DPR/MPR dari fraksi mana pun untuk menentukan, sikap politiknya apakah berorientasi pada rakyat atau pada golongan.

Begitu pula. ABRI, saatnya kembali ke fitrahnya yang lahir dibesarkan dan mengabdi pada rakyat dan bukan kepada golongan dan kekuasaan ujar Prof. Dimyati Jika itu terjadi, ABRI pada saat ini bisa menjadi dinamisator dalam reformasi.

“Jadi dua kekuatan ini yang sangat menentukan apakah kehendak Presiden Soeharto bisa dipenuhi melalui konstitusional atau tidak,” ujarnya.

Diingatkan bahwa pernyataan Presiden Soeharto tidak main-main dan Golkar serta. ABRI harus berorientasi kepada rakyat, (sebab reformasi milik rakyat).

“Jika MPR gagal menjalankan fungsinya, jangan salahkan mahasiswa dan seluruh komponen bangsa. Jika itu terjadi, mereka akan dilindas oleh reformasi,” tegas Dimyati Hartono, (dth)

Sumber: KOMPAS (15/05/1998)

________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 287-288.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.