PROBO : TIDAK MUNGKIN PAK HARTO KAWIN LAGI NAMA IBU TIEN DIABADIKAN DI PERKEMAHAN CIBUBUR

PROBO : TIDAK MUNGKIN PAK HARTO KAWIN LAGI

NAMA IBU TIEN DIABADIKAN DI PERKEMAHAN CIBUBUR[1]

 

Jakarta, Suara Karya

Bumi Perkemahan Wiladatika (Widya Mandala Krida Bhakti Pramuka) di Cibubur Jakarta Timur akan diganti namanya menjadi Bumi Perkemahan Pramuka Ibu Tien Soeharto. Rencana pergantian nama tersebut telah disetujui Presiden Soeharto.

“Pemberian nama itu akan dilakukan bersamaan dengan dibukanya Raimuna Nasional VII pada 1-10 Juli 1997 oleh Presiden Soeharto selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka.” kata Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Letjen TNI (Pum) H.A. Rivai Harahap dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (3/6), berkaitan akan diselenggarakannya Raimuna Nasional VII pada 1-10 Juli 1997 di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur.

Alasan digunakannya nama Ibu Tien Soeharto, menurut Rivai Harahap, karena Ibu Tien dinilai berjasa dalam pengembangan kepramukaan di tanah air. Selain itu, Ibu Tien juga termasuk salah satu dari Pahlawan Nasional Indonesia.

“Pergantian nama ini sebagai penghormatan kepada Ibu Tien atas jasa-jasanya mengembangkan Pramuka di Indonesia.” ujarnya.

Ketua Sangga Kerja Raimuna Nasional, Purkon Sumantri menjelaskan, Raimuna Nasional merupakan ajang pertemuan antara Pramuka Penegak dan Pandega se Indonesia yang diselenggarakan setiap 5 tahun. Mereka dilatih berbagai keterampilan yang mengarah pada pengembangan kepemimpinan.

Raimuna Nasional VII, kata Purkon Sumantri, diikuti sekitar 7000 Pramuka Penegak dan Pandega dari 27 provinsi. Setiap peserta dipungut bayaran sebesar Rp 70.000 untuk biaya administrasi, konsumsi dan wisata.

Kegiatan Raimuna kali ini, menurutnya, lebih berkualitas dibanding sebelumnya. Peserta selain mendapat materi tentang kepramukaan juga mendapat kegiatan yang bersikap edukatif seperti cara menyablon, mencetak, tekhnik jurnalistik, komputer serta kunjungan ke industri pesawat terbang dan perakitan mobil.

“Kegiatan Raimuna 80 persen kegiatan ke luar dan 20 persen berupa materi kegiatan.” tuturnya.

Kata Raimuna berasal dari bahasa suku Ambai yang dipergunakan di beberapa desa di Kecamatan Yapen Timur, Kabupaten Yapen Waropen, Provinsi Irian Jaya. Kata Raimuna terdiri dari dua kata Rai yang artinya berkumpul dan Muna berarti kreatif.

“Raimuna secara keseluruhan artinya sekelompok orang yang hidup dalam satu kesatuan dengan dijiwai oleh suatu daya atau kekuatan yang selalu memberi semangat dan hasrat tinggi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan bersama.” tandas Purkon Sumantri.

Sumber : SUARA KARYA (04/06/1997)

______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 710-711.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.