PRESIDEN : YANG DIPERLUKAN BUKAN ASAL PERUBAHAN

PRESIDEN : YANG DIPERLUKAN BUKAN ASAL PERUBAHAN[1]

 

Jakarta, Merdeka

Presiden mengajak segenap pihak, aparatur yang bertugas, peserta pemilihan umum dan seluruh rakyat agar bersama-sama menjaga Pemilu 1997 nanti berjalan menurut aturan permainan.

“Yang paling penting adalah agar suasana tenteram dapat kita pelihara dan persatuan bangsa dapat terus kita perkuat.” katanya saat membuka Rapat Kerja Nasional Departemen Penerangan di Istana Negara, Kamis (27/6).

Ditekankan, Pemilu merupakan bagian penting pembangunan bidang politik. Keberhasilan pembangunan, tidak saja ditentukan di bidang ekonomi, tapi juga oleh keberhasilan pembangunan di bidang lainnya.

“Waktu yang tersedia untuk mempersiapkan Pemilu 1997 tinggal setahun lagi. Karena itu, kita semua harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar pelaksanaannya nanti berjalan lancar, tertib dan sukses.” tambahnya.

Pemilu merupakan pelaksanaan amanat UUD yang menyatakan kedaulatan di

tangan rakyat dan dilakukan MPR. Melalui Pemilu rakyat akan memilih wakil­wakilnya yang akan duduk dalam MPR, pemegang kedaulatan negara.

“Karena itu, semua warga negara yang mempunyai hak untuk memilih hendaknya memanfaatkan haknya sebaik-baiknya. Karena Pemilu merupakan wujud paling nyata dari demokrasi.” ujarnya.

Melalui wakil-wakilnya itu, setiap lima tahun sekali rakyat sebagai pemegang kedaulatan negara akan memperbarui wawasan, kebijakan dan strategi yang akan dilaksanakan bersama dalam menghadapi dinamika kehidupan.

Perubahan

Di bagian lain, Presiden mengemukakan, pembangunan tanpa perubahan adalah mustahil. Tapi perubahan yang diperlukan bukanlah perubahan asal perubahan.

“Perubahan yang kita perlukan adalah perubahan yang memperkukuh dasar-dasar negara kita, perubahan yang menjamin tercapainya tujuan-tujuan nasional.” tegasnya.

Pemilu 1997 nanti, akan memilih wakil-wakil rakyat yang akan merumuskan wawasan, kebijakan dan strategi untuk tahap lima tahun mendatang dalam kerangka PJP II yang dasarnya sudah di1etakkan pada tahun 1993.

“Kita harus mampu mengatasi tantangan yang menghadang. Kita harus dapat memanfaatkan peluang setepat-tepatnya bagi kemajuan, kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.” katanya.

“Karena itu, wakil-wakil rakyat dalam MPR nanti harus benar-benar dapat mencerminkan seluruh aspirasi rakyat pemilihnya. Agar rakyat dapat menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya dan setenang-tenangnya, maka peranan penerangan sangat besar.”

Sumber : MERDEKA (28/06/1996)

__________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 131-132.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.