PRESIDEN : WAKIL RAKYAT HARUS CERMINKAN ASPIRASI PEMILIHNYA

PRESIDEN : WAKIL RAKYAT HARUS CERMINKAN ASPIRASI PEMILIHNYA[1]

 

Jakarta, Republika

Presiden Soeharto menaruh harapan khusus terhadap kualitas wakil-wakil rakyat dalam MPR hasil Pemilu 1997 mendatang. Menurut Kepala Negara, para wakil rakyat harus benar-benar dapat mencerminkan aspirasi rakyat pemilihnya.

Presiden pun kemudian berharap pula agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya dan setenang-tenangnya.

“Sesungguhnya Pemilu merupakan wujud yang paling nyata dari demokrasi.” kata Presiden saat membuka Rakemas Departemen Penerangan tahun 1996 di lstana Negara, kemarin.

Raker Deppen kali ini memang dipusatkan pada upaya peningkatan operasional penerangan untuk menyukseskan Pemilu 1997. Maka Presiden berpesan pula bahwa pemilu bukanlah hanya sekadar kegiatan berkala dalam kehidupan demokrasi.

“Pemilihan umum pada hakikatnya adalah kegiatan untukmemilih wakil-wakil rakyat.” kata Presiden.

Melalui wakil-wakilnya itulah, menurut Kepala Negara, setiap lima tahun sekali, rakyat sebagai pemegang kedaulatan negara akan memperbarui wawasan, kebijakan, dan strategi yang akan dilaksanakan bersama dalam menghadapi dinamika kehidupan.

Dalam penilaian Presiden, Pemilu merupakan bagian penting dari pembangunan bidang politik.

“Keberhasilan pembangunan tidak saja ditentukan oleh keberhasilan dalam membangun bidang ekonomi. Keberhasilan pembangunan juga ditentukan oleh pembangunan hidang lain, termasuk pembangunan hidang politik.”

Untuk memberikan pemahaman tentang pemilu dan pembangunan pada umumnya, Presiden menekankan pentingnya peran jupen Guru penerang). Presiden meminta parajupen memberi penerangan sebaik-baiknya kepada rakyat agar mereka menggunakan hak pilihnya.

Kebijakan umum penerangan Pemilu 1997, menurut Kepala Negara agar diarahkan untuk mempertebal kesadaran masyarakat tentang kehidupan demokrasi yang sehat dan bertanggungjawab berdasarkan Pancasila, meningkatkan kesadaran rakyat akan hak-haknya serta mendorong agar rakyat ikut bertanggungjawab atas kelancaran dan ketertiban pelaksanaan pemilu.

“Bersamaan dengan itu, rakyat perlu dibangkitkan kesadarannya untuk ikut memelihara stabilitas yang mantap, baik pada masa kampanye, pemungutan suara, perhitungan suara, maupun pada saatmenjelang dan sesudah Sidang Umum MPR yang akan datang.” kata Presiden.

Dalam kaitan ini, Presiden juga meminta para jupen untuk menjelaskan secara jujur dan terbuka prestasi yang telah dicapai bangsa ini beserta hambatan-hambatan dan kesulitan yang harus ditanggulangi.

“Dengan demikian, sebagai bangsa, kita akan memiliki rasa percaya diri yang sehat.” kata Presiden.

Dalam rangka memberikan pemahaman seperti itulah, Presiden menilai, peran jupen sangat penting :

“Jupen akan menjadi tempat bertanya bagi masyarakat.”

Tugas jupen, kata Kepala Negara, akan bertambah berat, mengingat pembangunan selama ini telah mendorong masyarakat bertambah maju, bertambah kritis, dan bertambah luas pandangannya.

“Saya minta agar kemajuan-kemajuan yang dicapai masyarakat tadi mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dalam meningkatkan kemampuan semua jupen.” demikian Kepala Negara.

Sumber : REPUBLIKA (28/06/1996)

_______________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 129-130.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.