PRESIDEN TUNDA HAK PENSIUN GUBERNUR JAWA TIMUR

PRESIDEN TUNDA HAK PENSIUN GUBERNUR JAWA TIMUR [1]

 

Jakarta Merdeka

Presiden Soeharto telah menangguhkan hak pensiun Gubernur Jawa Timur dan memutuskan untuk tetap memimpin dan menjalankan tugas pembangunan daerahnya.

Noer Putera kelahiran Madura, 56 tahun, telah mengabdikan selama 5 tahun didalam tugas pemerintahan sejak dari polisi hingga kini, mengenai jenjang jabatan terakhir gubernur Jawa Timur.

Turun ke Bawah

Gubernur Moh. Noer mulai pembangunan daerah dari pembangunan aparat desa. Ia menginstruksikan agar yang kurang dijadikan sedang dan desa sedang dijadikan desa lebih dan lainnya. Selama menjabat sebagai gubernur 70% waktunya diperuntukkan untuk kerja dipedesaan. Dengan peninjauan kedaerah dimaksudkan agar melihat dari dekat hasil2 yang dicapai rakyatnya.

Watak Gubernur Moh. Noer keras, tetapi cukup baik dan lunak bila sesuai dengan iramanya, terutama untuk kepentingan pembangunan.

Turinisasi

Untuk menambah pendapatan masyarakat, Gubernur Moh. Noer dalam setiap kunjungan kerja menganjurkan penduduk desa untuk mengadakan keterampilan lndustri rumah juga tanaman yang bermanfaat seperti menanam pohon turi.

Pohon Turi menurut Gubernur juga tidak hal yang terbuang, Sebagai contoh dikemukakan bahwa daunnya untuk makanan ternak, kembangnya untuk sayuran dapat dimakan dan batang turinya dapat dijadikan bahan baku pembuatan kertas dan harganya kini meningkat perkubik sampai Rp. 3.000,

Banjir Kurang

Beberapa tahun lalu di Jatim sering terjadi bahaya banjir terutama didaerah Lamongan, Tulungagung dan lain-lain. Berkat turnn tangannya Gubernur Moh. Noer dengan perbaikan2 tangkis bahaya banjir agak berkurang bahkan tiga tahun akhir2 ini tidak terdapat bahaya banjir.

Wong Cilik Gemuyu

Wong Cilik Gemuyu adalah tujuannya didalam pembangunan. Dimana saja ia memberikan anjuran kepada para Bupati/Walikota ataupun pada peresmian suatu proyek, Gubernur Moh. Noer selalu mengingatkan agar tercapainya Wong Cilik Gemuyu dari hasil2 yang dicapainya. Ia menandaskan bahwa tujuan pembangunan itu untuk menciptakan wong cilik gemuyu, dan bagi para pejabat termasuk saya demikian Gubernur Moh. Noer, disamping bertanggungjawab kepada Nusa dan Bangsa juga bertanggung-jawab kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bidang Pendidikan

Dibidang pendidikan Gubernur Moh. Noer telah memikirkan anak2 yang tak dapat masuk sekolah karena kurangnya sekolahan. Pembayaran gajih guru telah dilimpahkan kepada Bupati/Walikota. Gubernur telah pula mengangkat Guru Honda sebanyak 5.000 orang di Jatim. Kini timbul di Lumajang penampungan bagi anak2 yang putus sekolah dan di Jombang dengan pramukanya yang maju dengan pesat. Dibidang kebudayaan Gubernur juga telah banyak menganjurkan menggali kesenian rakyat.

BUUD yang Sukses

Gubernur Moh. Noer termasuk salah seorang pembina BUUD yang gigih. Dari 22 BUUD pada tahun 1972 kini telah berhasil menjadi 644 BUUD dan dari sekian 17 BUUD akan ditingkatkan menjadi KUD. Pihak BULOG mengatakan bahwa BUUD Jatim maju pesat dan merupakan BULOG didalam pengadaan pangan telah mengumpulkan beras kepada DOLOG sampai Juli sejumlah 133.736 ton beras.

Perjuangan

Disamping perjuangan didalam Pemerintahan Gubernur Moh. Noer juga pada tahun 1943 sampai 1945 menjadi Tyodortyo PETA, kemudian menjadi Kapten TNI Ketentaraan SPM Slagorade DIV-I.

Tanda Jasa

Tanda penghargaan dan jasa yaitu Bintang Gerilya, Satya Lencana Perang Kemerdekaan I dan II, Satya Lencana Penegak. Penghargaan dari Presiden, Pangkopkamtib dan Kodam VIII Brawijaya didalam operasi “TRISULA” di Blitar Selatan. (DTS)

SUMBER: MERDEKA (12/08/1974)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 446-447.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.