PRESIDEN: TUGAS POLDA METRO JAYA MAKIN BERAT DI MASA DEPAN

PRESIDEN: TUGAS POLDA METRO JAYA MAKIN BERAT DI MASA DEPAN[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menegaskan, dalam menyongsong masa depan jajaran Polda Metro Jaya yang kini berusia 48 tahun harus menyadari bahwa tugas-tugasnya akan terus bertambah berat.

Menurut Presiden dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kapolri Jenderal Dibyo Widodo di Jakarta, Sabtu, untuk itu Polda Metro Jaya harus meningkatkan kemampuan dan profesionalismenya serta mampu tampil sebagai prajurit bhayangkara yang dicintai rakyat.

Sejak kelahirannya 48 tahun lalu, Polda Metro Jaya telah menunjukkan kesetiaan dan pengabdiannya yang tinggi kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Menurut Presiden, dengan segala keterbatasannya, Polda Metro Jaya sebagai alat negara penegak hukum, pengayom dan pelindung masyarakat, telah dapat menciptakan suasana yang cukup aman dan tertib bagi masyarakat ibukota.

Pengabdian yang diberikan Polda Metro Jaya telah memberikan dampak yang positif bagi kelangsungan proses pembangunan bangsa, sebab sebagai ibukota negara, Jakarta merupakan pusat kegiatan kenegaraan, kegiatan ekonomi dan kebudayaan.

Kemajuan-kemajuan pembangunan yang telah dicapai bangsa Indonesia dan dengan bertambah derasnya arus pengaruh yang datang dari luar, bisa berdampak negatif dalam bentuk berbagai tindak kejahatan yang merugikan masyarakat.

Untuk itu, ujar Presiden, jajaran Polda Metro Jaya perlu mengantisipasi dan memperhatikan perubahan-perubahan tersebut.

 

Momentum

Acara peringatan HUT ke-48 Polda Metro Jaya pada 6 Desember 1997 itu dilakukan secara besar-besaran dengan menampilkan seluruh kekuatan dan kekhasan pasukan dijajaran Polda Metro Jaya.

Selain itu, para mantan Kapolda Metro Jaya yang masih hidup diundang hadir dalam acara tersebut di antaranya Letjen Pol (purn) Soekahar mantan Kapolda Metro periode 3 Desember 1967 hingga 16 Februari 1970.

Sebagai inspektur upacara dalam peringatan 48 tahun Polda Metro Jaya adalah Kapolri Dibyo Widodo yang juga pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya periode 27 Januari 1995 hingga 14 Maret 1996.

Menurut Kapolri, Hari Jadi Polda Metro Jaya ke 48 hendaknya dijadikan momentum untuk lebih memperkokoh tekad, semangat dan komitmen Polda Metro Jaya dalam melaksanakan peran pengabdiannya untuk mewujudkan situasi Kamtibmas yang mampu mendukung terlaksananya pembangunan nasional.

Sementara itu, menurut mantan Kapolda Metro Jaya MH Ritonga, Polda Metro Jaya yang berada di pusat kekuasaan, merupakan barometer keberhasilan tugas Polri baik dalam bidang operasional maupun pembinaan satuan Polri.

“Untuk itulah, citra Polda Metro Jaya pada hakekatnya menjadi suatu pertaruhan bagi segenap jajarannya.” ujar Ritonga dalam kesan-kesannya menyambut 48 tahun Polda Metro Jaya.

Menurut Ritonga yang juga mantan Ketua DPRD DKI ini, citra Polda Metro Jaya akan sangat terkait dengan bagaimana Polda berhasil mewujudkan penampilan kemampuan teknis dengan dimensi profesionalismenya yang semakin meyakinkan, juga wujud mental kepribadian petugas yang ramah dan sejuk.

Sedangkan menurut Letjen (pol) purn Soekahar, Polda Metro Jaya saat ini memang telah tumbuh menjadi Polda yang kuat dan memiliki peralatan yang cukup membanggakan.

“Tetapi, kalau bisa gaji ditingkatkan karena kita tahu gaji polisi hingga saat ini masih rendah. Ini amat terkait dan berimbas dengan mutu atau kualitas pelayanan kepada masyarakat” ujar Soekahar.

(F-PU10/SU05/B/DN04/ 6/12/97 14:06/RU3)

Sumber: ANTARA(06/12/1997)

______________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 512-513.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.