PRESIDEN TINJAU KERATON KASUNANAN SURAKARTA

PRESIDEN TINJAU KERATON KASUNANAN SURAKARTA[1]

 

Jakarta, Kompas

PRESIDEN SOEHARTO hari Sabtu (21/2) meninjau Keraton Kasunanan Surakarta Jawa Tengah. Dalam kesempatan ini Kepala Negara menandatangani prasasti dengan kata-kata mutiara dalam bahasa dan huruf Jawa yang berarti, ‘Dengan sepenuh hati meluhurkan budaya akan membawa ketenteraman negara’.

Acara penandatanganan prasasti itu berlangsung di Sasono Hondrowino, bangsal seluas 1.044 meter persegi yang didirikan oleh Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono V pertengahan abad ke-19. Bangsal yang telah dibangun kembali ini musnah menjadi abu ketika terjadi musibah kebakaran di keraton tersebut tanggal 31 Januari 1985 lalu.

Dalam kunjungan di Keraton Kasuhanan Surakarta tersebut Presiden disambut Sri Susuhunan Paku Buwono XII dan kerabat keraton. Sedangkan Presiden didampingi Monparpostol Joop Ave, Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto, Gubernur Jawa Tengah Soewardi. Hadir pula dalam acara ini Menpora Hayono Isman, mantan Menko Polkam dan Ny Soerono, para pengusaha nasional serta para putra-putri Presiden seperti Sigit H ojudanto, Bambang Trihatmodjo, Ny Siti Hardiyati (Titiek) Prabowo dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek).

Dalam kunjungan ini, Kepala Negara mendapat laporan perkembangan upaya pemugaran/pelestarian kawasan Keraton Surakarta dari Menparpostel Joop Ave selaku koordinator pembangunan kembali Sasono Hondrowino dan renovasi bagian­bagian Keraton Surakarta lainnya baik fisik maupun kelengkapan lainnya. Kemarin keraton ini berusia 253 tahun empat hari (dibangun tanggal 17 Januari 1745).

Menurut Joop Ave, musibah kebakaran Keraton Surakarta awal tahun 1985 telah menimbulkan keprihatinan Presiden Soeharto yang kemudian memprakarsai pembangunan kembali bangunan-bangunan yang musnah terbakar. Tahap pertama, tahun 1985. Ketika itu Presiden menunjuk mantan Menko Polkam Soerono sebagai ketua panitia pembangunan keraton. Yang dibangun Bangsal Malige, Pendopo Sasono Sewoko, Paningrat Bedhoyo, Ndalem Ageng Probosuyoso dan Pakoe Boewanan.

Pembangunan tahap kedua, Menparpostel sebagai ketua panitia pembangunan keraton. Panitia pembangunan ini terdiri atas para pejabat pemerintah pusat maupun daerah serta para pengusaha nasional. Di antara anggota panitia adalah Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto. Pembangunan dilakukan atas Sasono Hadi, Baleroto, Kamandungan, Bangsal Semorokoto, Sri Mangati, Sasono Wilopo dan Sasono Hondrowino yang baru diselesaikan . Dengan selesainya pembangunan kembali, Sasono Hondrowino itu berarti, lengkaplah bangunan inti keraton. Dalam laporannya kemarin, Joop Ave antara lain mengatakan renovasi keraton tetap berlanjut.

Sebelum mengadakan kunjungan ke keraton, Kepala negara kemarin meresmikan Gelanggang Olah Raga (GOR) Manahan Solo yang dibangun di atas tanah seluas

170.000 meter persegi. GOR Manahan Sala ini dibangun atas gagasan Almarhumah Ny. Tien Soeharto selaku Ketua Yayasan Purna Bhakti.

Sumber : KOMPAS (22/02/1998)

_____________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 825-826.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.