PRESIDEN TINJAU BEKAS TEMBOK BERLIN DAN MELAYARI SUNGAI RHEIN

PRESIDEN TINJAU BEKAS TEMBOK BERLIN DAN MELAYARI SUNGAI RHEIN

 

 

Berlin, Kompas

Presiden dan Nyonya Tien Soeharto hari Sabtu sore waktu setempat menyeberangi Gerbang Brandenburg sambil melihat bekas Benteng Berlin, dan Minggu sore ini direncanakan melayari sungai Rhein yang indah dengan kapal pesiar, mulai dari Bingen sampai Koblenz selama kurang lebih tiga seperempat jam.

Kecuali mengadakan pembicaraan dan dijamu oleh Gubernur Berlin hari Jum’at malam, Sabtu pagi sampai siang kemarin Presiden menghabiskan waktu untuk istirahat di hotel tempatnya menginap. Sabtu siang baru Kepala Negara mengunjungi beberapa obyek sejarah di kota Berlin.

Didampingi Wakil-Gubernur/Senator Urusan Tenaga Kerja dan Wanita Dr. Christine Bergmann, Presiden dan Nyonya Tien Soeharto berjalan melewati Gerbang Brandenburg menuju Museum Pergamon sambil meninjau kota Berlin di bagian Timur.

Tembok Berlin yang penuh sejarah itu, demikian dilaporkan wartawan Kompos Ansel da Lopez dari Berlin semalam, memang tidak terlihat lagi, kecuali di satu dua tempat masih terlihat sisa-sisanya saja. Tetapi wisatawan yang datang kesana untuk melihat, masih terus mengalir. Di mana-mana para pedagang kaki lima menjajakan berbagai barang cinderamata, termasuk pecahan-pecahan bekas Tembok Berlin.

 

Penuh Sejarah

Presiden dan Nyonya Tien Soeharto menyeberangi batas kedua nelayan itu setelah mengunjungi Gedung Parlemen (Reischstag), yang juga terletak persis di bekas perbatasan Berlin Barat dan Berlin Timur. Bagian depannya menghadap ke barat dan belakangnya ke timur.

Gedung Parlemen tersebut dibangun pada tahun 1884. Di Reichstag ini pada tanggal 4 Oktober 1990, Parlemen Jerman yang terpisah secara politis selama lebih dari empat dasawarsa untuk pertama kalinya bertemu pada sidang bersama dihalaman muka gedung.

Di museum Pergamon Kepala Negara dan Nyonya antara lain menyaksikan sejumlah koleksi dari Asia keci Idan beberapa daerah Islam. Pergamon altar, Markott van Milet dan Prozessionsstrase yang dilengkapi gerbang Isthar dari Babylonia merupakan monumen-monumen budaya yang menjadikan museum itu terkenal ke seluruh dunia.

Pergamon Altar misalnya, merupakan bagian Kuil-Zeus yang ditemukan para arkeolog Jerman pada tahun 1876. Dibangun sekitar tahun 180 sebelum Masehi pada masa pemerintahan Raja Eumens II sebagai tempat pemujaan kepada para dewa.

Prozessionsstrasse dipergunakan khususnya untuk jalan raya prosesi keagamaan, antara lain pada perayaan tahun baru. Struktur-struktur Babylonia ini dibangun sebagai bagian kubu-kubu pertahanan di pintu masuk menuju Babylon pada zaman pemerintahan Raja Nebuchadnezzer II antara tahun 604 dan 562 sebelum masehi.

 

Sungai Rhein

Sabtu sore pukul 16.20 menggunakan pesawat militer Republik Federasi Jerman, Presiden Soeharto dan rombongan meninggalkan Berlin menuju Frankfurt dan menginap di Mainz. Minggu pagi ini Kepala Negara akan mengunjungi walikota Mainz dan menandatangani Buku Emas kota Mainz di Balaikota, dan siang harinya menuju Bingen untuk selanjutnya dengan kapal pesiar melayari Sungai Rhein menuju Koblenz.

Sepanjang pelayaran selama kurang lebih tiga seperempat jam itu, Kepala Negara dan Nyonya melewati Tugu Persahabatan Jerman-Prancis, yang terletak sekitar 100 meter di semenanjung pertemuan sungai Rhein dan Mosel di Koblenz.

Dari Koblenz, Kepala Negara berkendaraan mobil menuju Frankfurt untuk selanjutnya kembali ke Jakarta lewat Abu Dhabi untuk mengisi bahan bakar. Diharapkan Senin siang besok pukul 12.45 rombongan akan tiba kembali di tanah air, di Bandara Halim Perdanakusuma.

 

 

Sumber : KOMPAS (07/07/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 690-692.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.