PRESIDEN : TINGKATKAN MEKANISASI PERTANIAN DI UPT

PRESIDEN : TINGKATKAN MEKANISASI PERTANIAN DI UPT[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto memerintahkan Mentrans dan PPH Siswono Yudohu sodo untuk menyiapkan program mekanisasi pertanian pada unit-unit pemukiman trasmigrasi (UPT) yang baru.

“Presiden mengin struksikan agar untuk unit-unit pemukiman transmigrasi yang baru, disiapkan proses mekanisasi.” kata Siswono setelah menemui Kepala Negara di Istana Merdeka, Senin.

Siswono mengatakan dengan menggunakan berbagai peralatan modem seperti traktor tangan, maka tingkat pengolahan sawah bisa ditingkatkan. Ia memberi contoh, jika satu hektare sawah digarap secara tradisional membutuhkan waktu 20 hari, maka dengan traktorhanyadiperlukan waktu delapan jam.

Ia juga mengatakan, dengan melaksanakan mekanisasi, generasi muda terdidik di desa akan didorong untuk tetap bersedia menggarap sawahnya.

“Kita akao menghilangkan citra bahwa petani hanyalah orang yang bekerja di sawah dengan menggunakan pakaian hitam dan caping (tutup kepala, red).” kata Siswono.

Ia mengatakan, mekanisasi itu amat penting karena sekalipun 50 persen angkatan kerja di tanah air bekerja di bidang pertanian, ternyata angka impor produk pertanian masih cukup besar seperti beras-terutama saat kemarau panjang- kacang kedele danjagung.

Untuk mendorong mekanisasi pertanian itu, maka Kepala Negara kembali mengajak para pengusaha untuk menyediakan tempat-tempat penyewaan alat pertanian. Presiden mengatakan, adalah tidak ideal sebuah KUD memiliki alat-alat pertanian.

“Alat-alat pertanian itu hanya dipakai dua kali setahun.” kata Siswono mengutip pernyataan Presiden.

Sumber : ANTARA(l4/07/1997)

_____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 405-406.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.