PRESIDEN TINGGALKAN TANAH AIR, KAMIS BERPIDATO DI SU-PBB

PRESIDEN TINGGALKAN TANAH AIR, KAMIS BERPIDATO DI SU-PBB

 

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto dan Ibu Tien beserta rombongan Minggu malam pukul 23.30 meninggalkan Jakarta untuk berpidato di Sidang Umum PBB di New York. Kepala Negara dalam perjalanan pertama ke PBB sebagai Ketua Gerakan Non Blok akan singgah sehari di Jenewa, Swis, untuk penyesuaian iklim.

Perjalanan Presiden kali ini menggunakan pesawat terbang Garuda MD-11. Pemakaian MD-11 yang memiliki kapasitas 260-300 penumpang untuk lawatan keluar negeri oleh Presiden baru untuk pertama kalinya. Sebelumnya selalu menggunakan pesawat Garuda DC-10.

MD-11 Garuda akan terbang langsung ke Jenewa dari Jakarta dengan penerbangan selama 14 jam 30 menit tanpa henti. Dengan jumlah penumpang anggota rombongan sekitar 100 orang pesawat tersebut disiapkan dapat menempuh penerbangan lebih dari 16 jam secara tanpa henti.

Presiden dan rombongan berangkat dari Jenewa hari Selasa 22 September menuju New York langsung. Diperkirakan tiba di lapangan terbang IF. Kennedy, New York pukul 12.00 waktu setempat.

Pada hari Kamis Presiden Soeharto akan menyampaikan pidato dalam kesempatan pertama. Dijadwalkan Kepala Negara akan menyampaikan pidatonya pada pukul 10.00 waktu setempat atau 23.00 WIB. Sebelumnya pada hari Rabu Presiden akan menerima kunjungan beberapa kepala negara/pemerintahan, diantaranya Presiden Korsel, Presiden Armenia, Presiden Azerbaijan dan Presiden Latvia. Hari Jum’at Kepala Negara akan shalat Jumat di Mesjid Islamic Center, New York. Mesjid itu dibangun dari sumbangan berbagai negara termasuk lndonesia.

Sabtu malam Presiden akan menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh pengusaha AS di Manhattan, New York. Sekitar 400 pengusaha akan mengikuti pertemuan itu. Dari New York dikabarkan cukup banyak pengusaha setempat yang ingin ikut dalam pertemuan itu. Namun karena keterbatasan tempat dari sekitar 700 peminat yang mendaftar minggu lalu, hanya 400 yang akhirnya diberikan tempat.

Minggu siang Presiden meninggalkan New York menuju Tokyo dengan penerbangan tanpa henti selama 14 jam. Penerbangan ini akan menempuh jalur melintasi Kutub Utara untuk memperpendek jarak. Tiba di Tokyo pada hari yang sama pada petang hari. Hari Senin Presiden dan Ibu Tien diundang oleh Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko untuk jamuan siang di Istana Kekaisaran Jepang. Pada malam harinya Presiden juga akan bertemu dengan PM Kiichi Miyazawa.

Selasa siang 28 September Presiden dan rombongan bertolak kembali ke Tanah Air, dan direncanakan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 19.10 WIB.

 

 

Sumber : SUARA KARYA (21/09/1992)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 208-209.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.