PRESIDEN: TINDAK TEGAS MEDIA MASSA YANG DISUSUPI UNSUR G30S/PKI

PRESIDEN: TINDAK TEGAS MEDIA MASSA YANG DISUSUPI UNSUR G30S/PKI

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto meminta Departemen Penerangan untuk menindak tegas media massa yang disusupi unsur G30S/PKI, karena penyebaran ajaran komunisme, leninisme serta marxisme dalam segala bentuknya termasuk melalui media massa telah dilarang.

Menteri Penerangan H Harmoko mengatakan hal itu kepada wartawan di Bina Graha, Rabu, sesudah melaporkan kepada Presiden Soeharto tentang peningkatan kewaspadaan bagi media massa khususnya pers terhadap paham yang dikembangkan G30S/PKI.

Harmoko mengingatkan bahwa media massa tidak dibenarkan mempekerjakan sisa-sisa G30S/PKI. Ia mengingatkan juga bahwa penyebaran ajaran komunisme bertentangan dengan Tap MPR/XXV/1966 tentang pembubaran PKI dan larangan penyebaran ajaran komunisme dalam segala manifestasinya.

“Melalui koordinasi terkait dan organisasi-organisasi pers, kami mengadakan penertiban terhadap penerbitan-penerbitan yang disusupi oleh tulisan dengan paham komunisme, marxisme dan leninisme,” kata Harmoko yang kemudian memberikan penjelasan off the record.

Sementara itu, pada bagian lain penjelasannya, Harmoko mengatakan pihaknya tidak akan mengeluarkan SIUPP baru khususnya bagi surat kabar umum, karena Dewan Pers berpendapat bahwa media massa yang sekarang mencapai 251 buah telah mencukupi.

“Di Jakarta saja terdapat 21 surat kabar umum,” kata Menpen yang menggambarkan sudah jenuhnya penerbitan harian umum.

Kepada Kepala Negara, juga telah dilaporkan tentang masalah kertas koran yang sekarang harganya sudah dianggap tidak memadai lagi.

Harmoko mengatakan kepada wartawan bahwa harga kertas koran Rp 850/kg akan dinaikkan. Namun sebelumnya Deppen bersama Departemen Perindustrian serta SPS akan meninjau pabrik kertas Leces untuk mendapatkan informasi tentang harga kertas koran produksi BUMN tersebut sebag ai perbandingan ia mengatakan, harga kertas koran impor adalah Rp 1.236/kg sedangkan ongkos produksi di dalam negeri adalah sedikit diatas Rp 1.000/kg.

Namun ia belum dapat menjelaskan berapa harga kertas koran yang baru serta kapan ketentuan itu akan diberlakukan. Dalam kesempatan itu juga dilaporkan tentang penambahan beberapa rubrik pada acara TVRI yang antara lain akan diisi oleh BPP Teknologi.

 

 

Sumber : ANTARA (01/06/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 526-527.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.