PRESIDEN TIDAK SEPANTASNYA DIIKUTKAN DALAM PERLOMBAAN

PRESIDEN TIDAK SEPANTASNYA DIIKUTKAN DALAM PERLOMBAAN[1]

Jakarta, Merdeka

Presiden, Ibu Negara atau pejabat tinggi negara lainnya tidak sepantasnya diikutsertakan dalam lomba yang bersifat apapun, seperti lomba berbusana terbaik, berpenampilan terbaik dan lain-lainnya.

“Adalah riskan ikut memperlombakan Kepala Negara, Ibu Negara atau pejabat tinggi lainnya untuk kegiatan-k egiatan seperti berbusana terbaik, berpenampilan terbaik dan sebagainya, ” kata Nyonya Try Sutrisno ketika menerima Panitia “Kartini Indonesia 1992” di Jalan Diponegoro Jakarta, Selasa.

Rizaf Thaib selaku pimpinan Natakarsa Production selaku pemrakarsa “Kartini Indonesia 1992” itu kepada wartawan menjelaskan, bahwa akhir-akhir ihi memang banyak diberitakan, suatu panitia memilih beberapa pejabat tinggi negara, termasuk Presiden Soeharto sebagai “Pria Berbusana Terbaik ASEAN”.

Mengomentari hal itu, menurut Rizaf Thaib, Nyonya Try Sutrisno menyatakan, memang Kepala Negara atau Ibu Negara harus berbu sana baik karena beliau mewakili seluruh rakyat Indonesia.

Rizaf Thaib mengatakan, bahwa panitia yang dipimpinnya juga telah menetapkan 21 wanita Indonesia sebagai “Kartini Indonesia 1992”, termasuk Nyonya Tien Soeharto yang diberi penghargaan peniti emas dan trophy.

Namun, katanya, “Kartini Indonesia 1992” yang dipilih tiap tahun itu bukan perlombaan, tetapi hanya pemberian, penghargaan kepada para wanita Indonesia yang berprestasi. “Kami melakukan ini berdasarkan masukan dari masyarakat, termasuk dari media massa yang memberikan tentang prestasi seseorang wanita, setelah itu dilakukan penilaian oleh panitia.

Dikatakan, untuk tahun 1992 panitia telah menetapkan 21 wanita yang akan memperoleh penghargaan yang penyerahan penghargaannya akan dilakukan 21 Juni 1993 mendatang. Namun penghargaan untuk Nyonya Tien Soeharto berupa peniti emas akan diserahkah mendahului acara itu, yaitu Rabu (16/5) pagi ini di kediaman Jalan Cendana.

Ke-21 penerima penghargaan “Kartini Indonesia 1992” ini adalah selain Nyonya Tien Soeharto, juga Nyonya Rahmi Hatta, Soelasikin Moerpratomo, Yunisa Ali Alatas,

Prof. Dr. Zakiah Daradjat, Kolonel (Wara) Sumami SH, Rohani Darus (Walikota Tebing Tinggi), Mooryati Soedibjo, Yulia Herawati Handoyo, Siti Rahayu Sumadi, Indah Wasono, Nunun Dorodjatun, Dra. Pandamsih, Tuti Azis, LiliA Sayuti, Ani Surriadi, Esmi Runtukahu, Herlina Van Hin, Dewi Moran, Tine Sangari dan Susi Susanti.   (ASS/535)

Sumber :MERDEKA (16/06/1993)

________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 133-134.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.