PRESIDEN TIBA HARI INI

PRESIDEN TIBA HARI INI[1]

 

Jakarta, Suara Karya

MENURUT rencana, Presiden Soeharto akan tiba kembali di tanah air Sabtu pagi 13 Juli ini, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check up) di sebuah rumah sakit jantung di Kota Bad Oeynhausen, sekitar 80 kilometer dari Hannover Jerman. Dengan itu, Pak Harto mempercepat jadwal kepulangannya yang semula direncanakan hari Minggu waktu setempat dan tiba di tanah air pada hari Senin pagi.

Pakar penyakit jantung Prof. Dr. Reiner Koerfer yang menjadi ketua tim ahli pemeriksa kesehatan Presiden, mengatakan seluruh organ tubuh bagian dalam Pak Harto, baik jantung maupun limpa, paru-paru, ginjal serta aliran darahnya berfungsi normal sesuai dengan usia Presiden. Tim dokter ahli yang memeriksa kesehatan Presiden, selain dari rumah sakit jantung di Bad Oeynhausen, juga didatangkan dari Hannover, Dusseldorf, dan Minden. Menurut Prof. Koerfer, hasil pemeriksaan kesehatan itu lebih baik dari perkiraan orang.

SETELAH menjalani pemeriksaan kesehatan sejak Selasa pagi pukul 07.00 waktu setempat hingga Kamis pukul 20.45, Kepala Negara meninggalkan rumah sakit. Pada pukul 16.00 hari Kamis itu, Presiden dijenguk oleh Kanselir Jerman Helmut Kohl. Sedangkan pada pukul 19.00 Pak Harto menjamu makan malam tim dokter ahli yang memeriksa kesehatannya.

Kunjungan Kanselir Helmut Kohl juga dimanfaatkan oleh kedua tokoh itu untuk membicarakan hubungan kerja sama antara Jerman dan Indonesia. Menurut Menristek BJ Habibie seperti dikutip Kantor Berita Antara, Presiden Soeharto mengatakan, akan segera merealisasikan peningkatan kerja sama teknik kedokteran khususnya jantung dan kanker yang implementasinya akan berlangsung pada waktu Helmut Kohl berkunjung ke Indonesia yang direncanakan pada bulan Oktober yang akan datang.

KITA bersyukur atas hasil pemeriksaan kesehatan Presiden yang terbukti Lebih baik dari yang diperkirakan orang. Dengan itu,juga terbukti bahwa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim ahli kedokteran Kepala Negara sama akuratnya dengan pemeriksaan tim dokter ahli pimpinan Prof Dr. Reiner Koerfer di rumah sakit jantung di Bad Oeynhausen. Kita tidak tahu bagaimana proses teknis kedua pemeriksaan tersebut (oleh tim ahli kedokteran Presiden dan tim ahli di Bad Oeyhhausen). Namun, dari hasil pemeriksaan kesehatan Pak Harto itu, salah satu kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa tim ahli kedokteran Kepala Negara boleh dikatakan tidak berbeda kualitasnya dari rekannya di luar negeri, dalam hal ini tim ahli yang memeriksa kesehatan Pak Harto di Bad Oeynhausen.

Sungguhpun demikian, ada suatu kearifan yang tersirat dalam kasus ini. Yaitu, kalau kita mengambil contoh tata kerja media massa, misalnya, maka dengan pendalaman pemeriksaan kesehatan Pak Harto oleh tim ahli kedokteran di Bad Oeynhausen itu telah berlangsung suatu proses “checkand recheck.”

Dengan itu diperoleh informasi yang telah dikonfirmasikan kebenarannya. DALAM konteks kondisi kesehatan Pak Harto yang telah dilakukan “check and recheck” itu, maka terjadinya spekulasi seperti dialami oleh pasar modal dan pasar uang sebelum Presiden berangkat ke luar negeri dengan sendirinya kehilangan pijakan. Oleh sebab itu, kita menganggap sangat bijaksana keputusan Presiden untuk mempercepat kepulangannya ke tanah air begitu pendalaman pemeriksaan kesehatannya selesai..

Akhirnya, sekali lagi kita bersyukur atas kesehatan Kepala Negara dan mengucapkan selamat tiba kembali di tanah, air.

Sumber : SUARA KARYA (13/07/1996)

________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 706-707.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.