PRESIDEN TIBA DI NEW YORK

PRESIDEN TIBA DI NEW YORK

 

 

New York, Suara Karya

Presiden Soeharto Rabu dini hari pukul 00.30 WIB tiba di New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-47. Selaku Ketua Gerakan Non Blok, Presiden akan tampil di depan majelis dunia itu untuk memperjuangkan peningkatan kehidupan hampir dua pertiga penduduk dunia.

Sebagai ketua GNB, tantangan yang dihadapi tidak ringan bahkan berbagai masalah akan selalu menghantui negara-negara anggota GNB, yang umumnya negara­negara miskin.

Wartawan Suara Karya, Agustianto melaporkan, di hadapan majelis umum PBB, Presiden akan melaporkan hasil KTT X GNB. Presiden selain mengemukakan “Pesan Jakarta”, juga akan menyinggung masalah pembangunan bidang pangan, kependudukan (program KB), dan pengelolaan hutang luar negeri, termasuk penghapusan hutang luar negeri di negara miskin.

Presiden Soeharto beserta para kepala negara I pemerintahan yang akan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB (SU PBB) ke-47, Rabu (23/9) pukul 13.30 waktu setempat (WS) atau Kamis dini hari pukul 01.30 WIB akan dijamu makan santap siang oleh Sekjen PBB Boutros Boutros-Ghali di Gedung Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.

Petang harinya, pukul 15.25 WIB atau Kamis dini hari pukul 03.25, Presiden Soeharto menerima kunjungan kehormatan Presiden Republik Korsel Roh Tae Woo di kamar tempatnya menginap, Hotel Waldorf Towers. Di tempat yang sama, secara terpisah Presiden Soeharto juga menerima kunjungan kehormatan Presiden Nikaragua, Ny. Violetta Barrios de Chamorro.

Presiden Soeharto juga akan menerima kunjungan kehormatan Presiden Bosnia Herzegovina. Presiden Soeharto selaku Ketua GNB memberi perhatian besar terhadap kerusuhan di negeri ini. Salah satu keputusan KTT X GNB, negara-negara yang tergabung dalam GNB mengutuk kekerasan dan kekejaman serta perturnpahan darah di Bosnia.

Sebelum menyampaikan pidatonya mengenai hasil-hasil KTT X GNB, Presiden Soeharto akan mengadakan pertemuan dengan Sekjen PBB di Gedung Markas Besar PBB. Seusai pertemuan dengan Sekjen PBB yang dijadwalkan akan berlangsung sekitar 20 menit, Presiden Soeharto akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-47, Stoyan Ganev (kini Wakil PM/Menlu Negeri Bulgaria).

 

 

Sumber : SUARA KARYA (23/09/1992)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 227-228.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.