PRESIDEN TIBA DI JAKARTA BESOK

PRESIDEN TIBA DI JAKARTA BESOK[1]

 

Bad Oeyenhausen, Kompas

Presiden Soeharto hari Jumat (12/7) pukul 14.00 waktu setempat (pukul 19.00 WIB) dijadwalkan meninggalkan rumah sakit Bad Oeyenhausen, Jerman, menuju bandara Hannover yang berjarak sekitar 80 kilometer. Dari sana, Kepala Negara akan terbang kembali ke Tanah Air, dan akan tiba di Jakarta hari Sabtu (13/7) besok.

“Presiden Soeharto kembali ke Indonesia setelah segala hasil pemeriksaan kesehatannya dinyatakan beres dan okey.” kata Ketua Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Ny. G Lakemeyer kepada pembantu Kompas di Jerman, Gerard Bibang, Kamis (11/7) malam.

Mengenai hasil pemeriksaan kesehatan Presiden Soeharto secara menyeluruh dan rinci akan disampaikan dalam jumpa pers hari Jumat ini, setelah Presiden dan rombongan meninggalkan Bad Oeyenhausen menuju bandara Hannover. Dalam jumpa pers itu, menurut rencana akan dihadiri oleh Menristek BJ Habibie dan ketua tim dokter, Prof. Reiner Koerfer, dan Direktur Klinik Jantung dr Otto Floit.

Prof. Koerfer kemarin mengatakan kepada pers tidak ada yang istimewa dari hasil pemeriksaan terakhir.

“Sama seperti sebelumnya, hasil hari ini tidak ada yang khusus, semuanya secara umum beres dan okey. Saya berharap hasil pemeriksaan ini membuat ia (Presiden- Red) senang, dan tidak perlu terlalu risau memikirkan soal kesehatan.” ujar Koerfer.

Pada pemeriksaan hari kedua, Rabu (10/7) lalu, Koerfer memperoleh kesan bahwa Presiden lebih sehat dari yang diduga.Untuk orang setua Presiden Soeharto, kondisi kesehatannya sangat baik. Meskipun diakuinya, selalu ada gangguan kesehatan dalam kaitan dengan usia, tetapi untuk Presiden hal itu tidak perlu diragukan.

Di Jakarta, kemarin, Probosutedjo mengemukakan bahwa pemeriksaan kesehatan Presiden Soeharto ke luar negeri itu dilakukan atas anjuran tim dokter dan putra-putri Presiden yang masih trauma dengan meninggalnya Ny. Tien Soeharto 28 April lalu

“Pemilihan tempat pemeriksaan di Jerman juga atas anjuran dokter dan pilihan Presiden sendiri. Karena Menristek/Ketua BPPT/Ketua BPIS BJ Habibie kebetulan ada di Jerman, maka ia diminta untuk menunjukkan rumah sakit terbaik untuk memeriksaan rutin kesehatan Kepala Negara ini.” ujar Probosutedjo di rumah makan Summer Palace, Menteng, Jakarta.

Probo baru tiba di Indonesia hari Rabu dari Jerman setelah ikut mendampingi Presiden di Jerman sejak hari Minggu (7/7).

Ia singgah ke Jerman setelah mengadakan perjalanan dari Belanda dan Inggris. Menjawab pertanyaan wartawan, Probo mengatakan bahwa ia mengadakan jumpa pers ini dalam kapasitasnya sebagai salah satu anggota keluarga Presiden, dan sebelum pulang ke Indonesia juga telah menyampaikan maksudnya kepada Presiden untuk memberi penjelasan kepada pers.

Menurut Probo, setelah diminta untuk mencari rumah sakit yang dinilai tepat, BJ Habibie memilih rumah sakit di mana ia pernah dioperasi, yakni di sebuah kota kecil 80 kilometer di luar Hannover, yakni di Bad Oeyenhausen. Rumah sakitnya, kata Probo, sangat sederhana walaupun bertingkat.

Hotel tempat menginap Kepala Negara, demikian cerita Probo, juga sangat sederhana, kamarnya kecil-kecil, berukuran sekitar 3×4 meter persegi atau paling besar 4×4 meter persegi.

“Saya satu lantai dengan beliau, jadi saya bisa tahu keadaan beliau yang sebenarnya, apakah beliau itu sehat atau tidak, ternyata beliau benar-benar sehat, dan bahkan sorenya beliau jalan-jalan.” ujar Probo.

Probo juga mengatakan ikut rapat hari Minggu malam (7/7) yang elipimpin oleh Atase Militer Kedubes RI yang dihadiri oleh Duta Besar RI dan Habibie kakak beradik.

“Saya tanyakan kepada Pak Habibie, apakah bisa dijamin rumah sakit dan dokter-dokternya di situ baik. Beliau mengatakan sudah punya banyak pengalaman di sini, sudah banyak yang dioperasi di situ, tidak kurang dari 250 orang yang dioperasi di situ, bahkan di situ orang bisa ganti jantung.” cerita Probo.

Probo juga mencek kehebatan rumah sakit yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal Menristek Habibie tersebut kepada seorang profesor ahli bedah jantung yang terkenal di Jerman. Ahli bedah jantung itu, kata Probo, juga didampingi oleh seorang dokter asal Indonesia, dr. Budiman.

“Mereka yang menangani langsung pemeriksaan Bapak Presiden.” ujarnya.

Menurut Probo, karena pemeriksaan kesehatan menyangkut Kepala Negara, untuk praktisnya seharusnya tim dokter Jerman yang dipanggil ke Indonesia.

“Ini menurut perhitungan saya. Saya nggak tahu perhitungan Pak Habibie.”

“Mungkin karena rumah sakitnya tidak jauh dengan rumah Pak Habibie.” katanya.

Setelah pemeriksaan hari Selasa (9/7), demikian kata Probo, Presiden bercerita tentang pengecekan detak jantung yang hasilnya cukup baik.

“Beliau bahkan mengatakan, kok seperti mendengar musik saja detak jantungnya itu didengarkan… Jadi, beliau itu betul-betul sehat, bukan dibikin-bikin.” ujar Probo.

Menurut Probo, seluruh hasil pemeriksaan kesehatan ini baik sekali di luar dugaan dan bahkan para dokter-dokter di Jerman heran.

“Orang seumur itu, 75 tahun, tapi kesehatannya begitu prima…. Sebenarnya dalam pertemuan dengan para dokter yang saya hadiri, beliau menyatakan kalau pemeriksaan sudah selesai langsung ingin pulang, tapi Pak Habibie mengatakan Kanse lir Jerman, Helmut Kohl, ingin bertemu untuk mengucapkan selamat…..” cerita Probo.

Kantor Berita Reuter, mengabarkan Kanselir Jerman Helmut Kohl hari Kamis (11/7) menemui Presiden Soeharto di rumah sakit Bad Oeyenhausen.

Sebenarnya, kata Probo, Habibie merencanakan untuk makan bersama dengan Helmut Kohl, tapi tidak jadi dan pertemuannya berlangsung biasa saja. Kamis (11/7) malam waktu setempat, tuturnya, Presiden merencanakan menjamu para dokter di rumah sakit itu.

“Rumah sakitnya juga sederhana sekali, juga kamar tempat pemeriksaan Presiden hanya sekitar 3×4 meter persegi, tapi peralatan nya memang lebih komplit. Jadi rumah sakitnya kalau di bandingkan dengan Rumah sakit Harapan Kita atau Mount Elizabeth di Singapura sangat jauh bedanya.” ujarnya.

Probo mengatakan, menurut rencana Habibie, Presiden pulang hari Minggu (14/7) dan sampai di Tanah Air hari Senin (15/7). Habibie, kata Probo, ingin agar Presiden mengadakan perjamuan dengan Kanselir Jerman dan jalan-jalan ke beberapa tempat untuk istirahat.

“Tapi Presiden menyatakan, kalau sudah selesai dan ternyata sehat akan segera pulang, maka rencana pulangnya hari Jumat (12/7) sekitar pukul 11.00 waktu setempat dari Hanouver, sampai di Jakarta sekitar jam 08.00 – 09.00 WIB hari Sabtu.” ujarnya.

Tetapi meskipun rumah sakit di Jerman itu serba komplek seperti yang dikatakan Habibie, Probo meminta kepada tim dokter agar disediakan ambulans yang tidak jauh dari tempat pemeriksaan Presiden. Probo juga meminta supaya dokter menjaganya sampai 24 jam.

“Saya minta begitu kepada tim dokter agar kejadian yang menimpa Ibu jangan sampai terulang.” kata Probo seraya menegaskan, tidak ada lagi pemeriksaan lanjutan karena tim dokter menyatakan pemeriksaan sudah selesai dan kesehatan Presiden dinyatakan sangat prima.

Menurut Probo, sebelum kepergian Presiden ke Jerman, Presiden tidak menampakkan gejala-gejala sakit. Dikatakan, Presiden memang pernah mengalami sakit ginjal. Tetapi setelah diperiksa dan dirawat secara intensif, ginjalnya dinyatakan baik.

“Hanya batuk nya yang sampai sekarang masih belum berkurang.” jelas Probo.

Menurut Probo, pers Jerman tidak terlalu mengekspos mengenai pemeriksaan kesehatan Presiden.

Mengenai trauma putera-puteri Presiden, Probo menjelaskan, karena pada hari Kamis 25 April 1996 lalu, para dokter juga telah menyatakan Ny. Tien Soeharto dalam keadaan sehat, maka pada hari Jumat (26/4) Presiden Soeharto pergi mengail dan baru pulang hari Sabtu. Sedangkan Ny. Tien Soeharto hari Sabtu itu pergi ke kebun buah di pinggiran Jakarta.

“Tapi ternyata hari Minggu dinihari Ibu Tien merasa sesak nafas dan akhirnya meninggal dunia.” ujarnya.

Sumber : SUARA PEMBARUAN (12/07/1996)

___________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 687-690.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.