PRESIDEN TERIMA TIM PENYIAPAN AKHIR BAHAN2 SU MPR

PRESIDEN TERIMA TIM PENYIAPAN AKHIR BAHAN2 SU MPR

Presiden dengan Kepres No. 24 tahun 1982 membentuk tim penyiapan akhir bahan2 sidang umum MPR 1983yang diketuai Mensesneg Sudharmono dan terdiri dari 11 pejabat pemerintah.

Menjabat sebagai Wakil Ketua Tim, Menpan/Wakil Ketua Bappenas Dr. J.B. Sumarlin yang juga merangkap sebagai anggota tim.

Para anggota tim yang lain masing2 Wakil Ketua MPR/Ketua Badan Pekerja MPR Achmad Lamo, Sekretaris Kabinet Drs. Moerdiono, Sekjen Wanhankamnas Achmad Wirakusumah, Wakil Sekjen Wanhankamnas Machmud Subarkah, Kepala Staf Kekaryaan Hukum Letjen (Purn.) Kharis Suhud, Wakabakin/ Asintel Hankarn Letjen L.B. Murdani, Deputy/Ketua Bappenas bidang Ekonomi Dr.Saleh Afiff, Deputy Ketua Bappenas, bidang Keuangan Moneter Dr. Adrianus Mooy dan Asisten Mensesneg Urusan Administrasi LPN Drs. Ginandjar Kartasasmita.

Seluruh anggota tim tersebut diterima Presiden Soeharto di Istana Merdeka Jakarta, Rabu pagi.

Selesai diterima Presiden, Mensesneg Sudharmono selaku Ketua tim menjelaskan bahwa tim ini bertugas menyiapkan bahan bahan akhir Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang telah dikumpulkan dan dihimpun Setjen Dewan Pertahanan Keamanan Nasional.

Dengan tersedianya bahan2 akhir (final draft) ini, akan dapat diusahakan melancarkan pelaksanaan tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Tim ini akan melaporkan hasil2 kerjanya kepada Presiden, kata Mensesneg Sudharmono.

Dengan akan dilantiknya para anggota MPR 01 Oktober yang akan datang, dalam menghadapi sidang umum MPR 1983 ini, Presiden sudah menugaskan kepada Sekretaris Jenderal Menhankamnas untuk mempersiapkan bahan2 GBHN 1983 sambil mengikuti pelaksanaan GBHN yang sekarang.

Bahan2 GBHN itu sudah selesai disiapkan Wanhankamnas. Sekarang Presiden menugaskan 11 pejabat untuk mempersiapkan bahan akhir GBHN tersebut berdasarkan bahan yang sudah dihimpun Wanhankamnas.

Tim pemerintah yang ditugaskan Presiden itu menyerahkan penugasan2 akhir yang mereka susun kepada Presiden/menyerahkannya kepada MPR untuk digunakan sebagai bahan sebelum mengambil keputusan sehingga dapat memperlancar tugas2 MPR.

Wanhankamnas telah menerima bahan2 bagi penyusunan GBHN dari perguruan tinggi organisasi2 masyarakat dan pihak lainnya. Dalam mempersiapkan bahan2 tersebut, Hankamnas bekerja sama dengan universitas dan perguruan tinggi. Tapi semua itu, kata Sudharmono, tidak mengurangi hak MPR untuk menerima bahan2 dari luar. (RA)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (30/06/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 739-740.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.