PRESIDEN TERIMA TABUNGAN HARI TUA DARI PT TASPEN

PRESIDEN TERIMA TABUNGAN HARI TUA DARI PT TASPEN[1]

 

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto secara resmi menerima Tabungan Hari Tua dari PT Taspen. Tunjangan itu diserahkan oleh Direktur Utama PT Taspen Muljohardjoko bersama Direktur Operasi Didi Achdijat, Direktur SDM Mohammad Taher, Direktur Keuangan Mochamad Hasyim Thojib dan Kepala Cabang Utama PT Taspen Jakarta Putu Redana, di kediaman Jalan Cendana, Jakarta, Rabu (1/4), Muljohardjoko mengatakan, tunjangan hari tua itu diserahkan kepada Kepala Negara selaku mantan Presiden RI tahun 1993-1998.

“Jadi menurut ketentuan yang ditetapkan pemerintah, semua pejabat negara yakni Presiden, Wapres, Gubernur BI, Menteri, Jaksa Agung, dan Pangab, atau antara lain yang dikelompokkan sebagai pejabat negara, setelah selesai memangku jabatan, masa baktinya itu dibayarkan tunjangan hari tuanya,” ujarnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No 46/KMK.013/1992 Tanggal 14 Januari 1992, pemerintah memberikan tabungan hari tua kepada pejabat negara yang telah mengakhiri masa jabatannya, untuk masa jabatan pejabat negara yang dimaksud, baik eksekutif maupun noneksekutif.

Meski tanpa merinci lebih jauh tentang cara penghitungan dan jumlah yang diserahkan, Muljohardjoko mengatakan,

“Itu ada rumusnya, ada hitung-hitungannya, dikalikan dengan gaji yang diterima selama ini. Jumlah itu yang diserahkan kepada Bapak Presiden,” katanya.

Menurut dia, hal itu dilakukan kepada semua pejabat negara. Karena itu, PT Taspen juga melakukan hal yang sama kepada mantan Wapres Try Sutrisno.

“Tetapi ada suatu perbedaan apa yang diterima Presiden Soeharto dan Pak Try Sutrisno. Karena Bapak Presiden Soeharto diangkat kembali sebagai Presiden dan Pak Try tidak diangkat kembali sebagai Wapres, maka Pak Try selain menerima santunan hari tua, juga mulai menerima pensiunan bulanan. Keduanya juga ada formulanya sendiri,” ujar Muljohardjoko.

Dikatakan, gaji setiap pegawai negri setiap bulan dipotong 10 persen. Dengan perincian, dua persen untuk Asuran si Kesehatan (Askes), dan delapan persen untuk tunjangan tabungan hari tua serta dana pensiun.

Menurut dia, jumlah pejabat negara yang menerima pembayaran tabungan hari tua sebanyak 42 orang. Yaitu HM Soeharto (Presiden RI 1993-1998), Try Sutrisno (Wapres RI 1993-1998), seluruh Menteri Kabinet Pembangunan VI, Gubernur BI, Jaksa Agung, dan Panglima ABRI. Dijelaskan, para mantam menteri atau pejabat setingkat menteri yang tidak lagi diangkat dalam formasi Kabinet Pembangunan VI, menerima tabungan hari tua dan mulai menerirna pensiun bulanan. (rie/osd)

Sumber: KOMPAS (02/04/1998)

____________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 262-263.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.